LombokPost-Sebanyak 12 orang meninggal dunia karena HIV AIDS di Kota Mataram selama tahun 2024.
Informasi ini telah membuat perhatian banyak pihak kembali tertuju pada virus berbahaya ini.
“Sepanjang Januari-Desember 2024 sebanyak 12 orang yang meninggal,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Emirald Isfihan, Senin (6/1).
Seperti diketahui penularan penyakit HIV AIDS disebabkan oleh beberapa hal.
Antara lain hubungan seksual tanpa pelindung dengan orang yang terinfeksi; penggunaan jarum suntik bersamaan; penularan dari ibu ke anak selama kehamilan, melahirkan, atau melalui ASI; transfusi darah yang terkontaminasi.
Baru-baru ini juga disebutkan oleh hubungan sesama jenis. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dengan merusak sel darah putih.
“Sedangkan kasus yang positif HIV/AIDS sebanyak 195 orang selama tahun 2024,” ucapnya.
Dokter Emir mengatakan pihaknya tahun 2025 ini akan lebih gencar lagi menekan angka penyebaran HIV/AIDS.
Salah satunya dengan pelaksanaan skrining HIV untuk kelompok berisiko HIV/AIDS yaitu tenaga kesehatan (nakes).
“Ini bagian dari upaya memastikan seluruh nakes dalam kondisi sehat dan bebas dari HIV,” tekannya.
Sebagai garda terdepan mereka harus dipastikan sehat dan bebas dari virus berbahaya ini.
“Mereka adalah garda terdepan untuk mengurusi kesehatan masyarakat,” tekannya.
Kasus ini telah mengalami peningkatan belakangan ini.
Dibanding dengan kasus dalam rentang 2001-2022 tercatat kasus mencapai 630 kasus terdiri atas 321 HIV dan 309 AIDS dengan total kematian 175 kematian.
“Ini penyakit mematikan karena menyerang sistem kekebalan tubuh manusia,” tekannya.
Penyakit ini berupaya dikendalikan dengan dengan pengobatan antiretroviral therapy (ARV), memperbaiki gizi, rutin olahraga, dan istirahat yang cukup.
Selain skrining HIV/AIDS langkah selanjutnya adalah melakukan berbagai upaya pencegahan.
Seperti program triple eliminasi pada ibu hamil.
Program ini merupakan sebuah program kesehatan yang berlandaskan dasar hukum Peraturan Menteri Kesehatan nomor 52 tahun 2017 tentang Eliminasi Penularan Human Immunodefeciency Virus (HIV), Sifillis, dan Hepatitis B dari ibu ke anak.
Triple eliminasi merupakan upaya pemerintah untuk memutus rantai penularan Hepatitis B, HIV dan Sifilis dari ibu ke anak (janin).
“Ketiga penyakit tersebut memiliki karakteristik yang mirip karena penularannya melalui jalur maternal,” ucapnya. (zad/r3)
Editor : Kimda Farida