Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemprov NTB Dorong KKP Jadikan Sumbawa PSN Pengembangan Tambak Udang

Yuyun Kutari • Minggu, 9 Februari 2025 | 10:25 WIB

 

POTENSI DAERAH: Pj Gubernur Hassanudin (kemeja putih) saat berdiskusi dengan pemda dan masyarakat setempat, di lokasi panen udang di Kecamatan Buer, Sumbawa di akhirJanuari lalu.
POTENSI DAERAH: Pj Gubernur Hassanudin (kemeja putih) saat berdiskusi dengan pemda dan masyarakat setempat, di lokasi panen udang di Kecamatan Buer, Sumbawa di akhirJanuari lalu.

LombokPost-Dalam lima tahun terakhir, NTB menjadi daerah dengan produksi udang terbesar di Indonesia, mencapai 967.650 ton. Melimpahnya produksi udang di NTB dapat mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menjadikan Pulau Sumbawa sebagai lokasi Program Strategis Nasional (PSN) pengembangan tambak udang.

“Udang di Pulau Sumbawa memang terkenal, potensi dan kontribusi udang di NTB ada di sana semua, termasuk yang ada di Indonesia, kalau lingkup kabupaten ya di Sumbawa,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB Muslim.

Udang dari Pulau Sumbawa memiliki cita rasa lezat karena kondisi perairan dan tanah yang memenuhi syarat untuk budi daya. Dorongan agar program pemerintah mengenai pengembangan tambak udang diarahkan ke Pulau Sumbawa bertujuan mendukung program pemerintah pusat terkait ketahanan pangan nasional. Saat ini, KKP RI hanya fokus di daerah pantai utara Pulau Jawa.

Untuk mewujudkan pemerataan program, sebaiknya potensi perikanan dan kelautan di wilayah Indonesia bagian tengah tidak diabaikan.

“Pengembangan kawasan jangan hanya fokus di Jawa, perlu dipertimbangkan potensi daerah lain, apalagi kondisi tambak udang kita sudah cukup baik,” jelas Muslim.

Pj Gubernur Hassanudin mengatakan, sektor perikanan, khususnya budi daya udang, memiliki peran strategis dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan penguatan ekonomi daerah.

Para petambak udang, terutama di Pulau Sumbawa, telah memanfaatkan potensi perikanan daerah secara optimal. Sektor ini juga dikelola oleh sumber daya manusia (SDM) milenial yang ahli di bidangnya. Ke depan, SDM milenial lain dapat mengikuti jejak ini untuk membangun usaha serupa.

“Saya sungguh bersyukur, tambak udang dikelola SDM milenial yang ahli di bidangnya. Tadi saya titip, bisa transfer pengetahuan dan potensi yang dimiliki kepada milenial lain untuk melanjutkan dan mengembangkan usaha ini,” terangnya.

Budi daya udang adalah langkah konkret menuju kedaulatan pangan. Guna memastikan ketahanan pangan yang kokoh, diharapkan ada peningkatan inovasi teknologi dalam budi daya serta memperluas akses pasar, baik domestik maupun internasional.

“Peluang ini terbuka bagi kita sesuai dengan cita-cita pemerintah pusat. Kedaulatan pangan dan penguatan ekonomi yang memiliki kekuatan dalam segala aspek. Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, kita bisa ekspor ke luar,” pungkasnya. (yun/r7)

Editor : Rury Anjas Andita
#perairan #potensi #produksi #daerah #udang #teknologi #Sumbawa #NTB #kebutuhan #Inovasi