LombokPost-Penanganan banjir bandang dan tanah longsor di dua kecamatan di Kabupaten Bima masih menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah.
Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi mengatakan, BNPB telah menyerahkan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp 363 juta melalui Deputi Bidang Penanganan Darurat Lukmansyah.
“Alokasi dana tersebut untuk DSP operasional Rp 150 juta, 150 paket sembako, 150 pouch makanan siap saji, 100 paket hygiene kit, 150 lembar terpal, serta 150 matras bagi korban,” terangnya kepada Lombok Post, Minggu (9/2).
BNPB juga menyalurkan bantuan bagi korban dengan rumah rusak berat atau hanyut terbawa banjir. Berdasarkan data sementara Pusdalops-PB BPBD NTB, terdapat tujuh rumah hanyut. BNPB akan memberikan bantuan Rp 60 juta per unit. “Mereka akan dibantu oleh pusat,” tegasnya.
Namun, warga diminta tidak membangun rumah di lokasi semula. “Mereka harus mencari lahan baru milik pribadi yang aman dari bencana, baik longsor maupun banjir,” ujar Ahmadi.
Terkait infrastruktur terdampak, seperti Jembatan Tololai di Desa Mawu, Jembatan Talapiti di Desa Talapiti, Jembatan Ujung Kalate di Desa Nipa Kecamatan Ambalawi, serta ruas jalan terkikis di Desa Nangawera Kecamatan Wera, BPBD NTB mengusulkan anggaran penanganan kedaruratan.
“Estimasi kebutuhan anggaran untuk penanganan permanen bisa lebih dari Rp 20 miliar, tapi yang kami ajukan ke BNPB untuk penanganan darurat sekitar Rp 4 miliar,” ujarnya.
Usulan anggaran itu akan diajukan pekan ini. “Tinggal melengkapi administrasi, setelahnya kami sampaikan. Mudah-mudahan pusat setuju,” harapnya.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan Tim SAR gabungan masih mencari empat korban yang belum ditemukan. “Kami melakukan penyisiran di aliran sungai, laut, serta beberapa titik yang dicurigai,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinsos NTB H Ahsanul Khalik memastikan, ketersediaan bantuan logistik bagi korban dan memberikan perhatian kepada keluarga korban meninggal.
“Kami masih mengumpulkan administrasi kependudukan dan keterangan kematian karena bencana,” ujarnya.
Data tersebut digunakan untuk mengusulkan santunan kematian bagi ahli waris kepada Kemensos. “Bantuan diberikan dalam bentuk santunan ahli waris. Insya Allah jika sudah diusulkan dan disetujui, akan langsung masuk ke rekening ahli waris,” tegasnya. (yun/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post