Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hanya Berjalan Satu Bulan, Penerbangan ke Semarang dan Batam Ditutup

nur cahaya • Kamis, 6 Maret 2025 | 10:15 WIB

 

SIAP-SIAP BERANGKAT: Sejumlah penumpang mengerek koper menuju pesawat yang sedang bersiap untuk lepas landas, di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). 
SIAP-SIAP BERANGKAT: Sejumlah penumpang mengerek koper menuju pesawat yang sedang bersiap untuk lepas landas, di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). 
 

 

LombokPost-Maskapai dari Lion Group menutup dua rute penerbangan domestik, yakni Lombok-Semarang dan Lombok-Batam, serta sebaliknya. “Hanya bertahan sebulan, sekarang sudah kami tutup,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB H Lalu Mohamad Faozal.

Sepinya peminat menjadi alasan penutupan dua rute tersebut. “Load factornya sangat rendah, tidak mencapai harapan maskapai,” imbuhnya.

Rute Lombok-Semarang dan Lombok-Batam dilayani maskapai dari Lion Group. Super Air Jet mengoperasikan rute Lombok-Semarang dengan frekuensi dua kali sepekan, setiap Rabu dan Minggu. Penerbangan Semarang-Lombok dijadwalkan berangkat pukul 15.05 WIB dan tiba pukul 17.20 Wita, sedangkan Lombok-Semarang berangkat pukul 18.00 Wita dan tiba pukul 18.15 WIB.

Super Air Jet juga melayani rute Lombok-Batam dua kali sepekan, setiap Jumat dan Minggu. Penerbangan Batam-Lombok berangkat pukul 11.40 WIB dan tiba pukul 15.20 Wita. Sementara Lombok-Batam dijadwalkan berangkat pukul 16.00 Wita dan tiba pukul 17.40 WIB. Maskapai ini juga menawarkan bagasi gratis hingga 20 kilogram per penumpang.

“Kalau load factornya rendah, nggak mungkin kita lanjut,” kata Faozal.

Ia mengakui, saat evaluasi awal penjualan tiket, rute Lombok-Batam menunjukkan tren positif, tetapi kemudian menurun. Sementara rute Lombok-Semarang sejak awal kurang diminati.

“Masyarakat tampaknya lebih memilih rute Lombok-Yogyakarta yang masih bertahan sampai sekarang,” jelasnya.

Pemerintah sempat ingin menjadikan rute Lombok-Batam sebagai hub bagi wisatawan dari Singapura dan Malaysia Timur yang melancong ke Batam sebelum melanjutkan perjalanan ke Lombok.

“Tujuan kita membuka rute ini tidak hanya untuk penumpang, tetapi juga untuk pariwisata,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembukaan dan penutupan rute adalah hal lumrah dalam industri penerbangan karena maskapai mempertimbangkan faktor bisnis. “Mereka ini berbisnis,” sambungnya.

Meski begitu, Dishub NTB akan tetap mengevaluasi kondisi ini. Ia berharap Dinas Pariwisata dan BPPD NTB turut mendukung pembukaan rute dengan promosi yang menarik.

“Nggak mungkin Dishub kerja sendiri, harus ada pihak lain juga. Kalau ada rute baru, harus dibantu promosi karena load factor sangat menentukan keberlanjutan rute,” tandasnya.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok Barata Singgih Riwahono mengatakan, pergerakan penumpang di Bandara Lombok didominasi penerbangan domestik di atas 80 persen, sementara sisanya penerbangan internasional. (yun/r7)

Editor : Akbar Sirinawa
#domestik #bagasi #frekuensi #penjualan #penerbangan #Lombok #Pariwisata