Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Samsat Berbagi, Hadirkan Kedekatan Kepada Wajib Pajak Kendaraan

Halil E.D.C • Sabtu, 15 Maret 2025 | 13:23 WIB
Kepala Bappenda NTB Hj. Eva Dewiyani bersama Tim Pembina Samsat NTB membagikan bingkisan takjil di depan Kantor Bappenda NTB.
Kepala Bappenda NTB Hj. Eva Dewiyani bersama Tim Pembina Samsat NTB membagikan bingkisan takjil di depan Kantor Bappenda NTB.

Lombok Post - Tim Pembina Samsat Provinsi NTB membagikan bingkisan takjil Ramdhan 1446 Hijriah, melalui kegiatan Samsat Berbagi.

Kegiatan yang dilaksanakan di depan Kantor Badan Pengelolaan Pendapatan (Bappenda) NTB tersebut sebagai wujud kepedulian dan terima kasih kepada wajib pajak kendaraan bermotor atas kontribusinya dalam membangun NTB melalui pajak daerah yang telah dibayarkan.

“Alhamdulillah, Tim Pembina Samsat Provinsi NTB bisa berbagi takjil di Bulan Ramdhan ini. Semoga bisa menumbuhkan kedekatan dan kepercayaan yang semakin baik terhadap pelayanan kami,” kata Kepala Bappenda Provinsi NTB, Hj. Eva Dewiyani.

Hj. Eva yang didampingi tim dari Ditlantas Polda NTB dan Jasa Raharja NTB menambahkan, mulai tahun ini opsen pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor mulai berlaku di awal tahun 2025.

Dengan adanya opsen ini, Hj Eva yakin pajak kendaraan bermotor yang telah dibayarkan masyarakat akan lebih terasa manfaatnya melalui berbagai infrastruktur dan layanan publik di pemerintah kabupaten/kota.

“Harapannya tentu kontribusi masyarakat terhadap pajak daerah yang dibayarkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik,” katanya.

Opsen pajak kendaraan bermotor adalah pajak tambahan yang dikenakan oleh kabupaten/kota atas pokok PKB sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Opsen ini relatif tidak menimbulkan kenaikan atas pajak kendaraan yang selama ini dibayarkan. Karena tarif pokok pajak kendaraan di Provinsi NTB saat ini telah diturunkan dari 1,7 persen menjadi 1,025 persen. (lil)

Editor : Haliludin