Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemudik Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Yuyun Kutari • Selasa, 18 Maret 2025 | 09:50 WIB
Para petugas kepolisian memeriksa keselamatan pemudik, termasuk kendaraan dan barang bawaan. Ini untuk memastikan mereka nyaman selama perjalanan pulang ke kampung halaman masing-masing.
Para petugas kepolisian memeriksa keselamatan pemudik, termasuk kendaraan dan barang bawaan. Ini untuk memastikan mereka nyaman selama perjalanan pulang ke kampung halaman masing-masing.

LombokPost-Masyarakat mulai bersiap menghadapi mudik Lebaran. Namun, BMKG mengingatkan potensi cuaca ekstrem pada Maret ini yang bisa menyebabkan banjir dan tanah longsor.

“Kami meminta masyarakat waspada terhadap risiko banjir dan longsor, terutama saat hujan,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi pada Lombok Post, Senin (17/3).

Kerusakan hutan yang semakin parah menjadi salah satu pemicu banjir bandang. Berkurangnya vegetasi meningkatkan titik rawan banjir dan longsor.

Ahmadi mengatakan wilayah rawan banjir dan longsor saat mudik Lebaran 2025 tersebar di sepanjang jalan negara di Pulau Sumbawa, mulai dari Poto Tano, Sumbawa Barat, hingga Sape, Bima.

“Dari Poto Tano hingga Sape, titik rawan sudah dipetakan, seperti di kawasan Badas, Sumbawa, di mana jalan melintasi kaki bukit. Begitu juga di sekitar Nang Tumpu dan Madapangga, Dompu hingga Sape, yang juga rawan,” ujarnya.

Di jalan provinsi, titik rawan longsor berada di jalur menuju Lunyuk, Sumbawa, serta sejumlah ruas jalan kabupaten. Pemerintah pusat mengimbau pemudik memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat.

“Ini faktor penting yang memengaruhi keselamatan perjalanan mudik,” jelasnya.

Masyarakat diimbau memantau informasi cuaca sebelum bepergian, terutama pengguna kendaraan pribadi. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, termasuk tekanan ban, fungsi lampu, serta kesiapan ban cadangan dan alat komunikasi.

Jika hujan lebat, pemudik disarankan menunda perjalanan dan mencari tempat berlindung yang aman. Jangan memaksakan perjalanan dalam kondisi cuaca buruk. “Ini harus benar-benar diperhatikan,” tandasnya.

Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Satria Topan Primadi mengatakan analisis dinamika atmosfer menunjukkan potensi peningkatan awan konvektif atau cumulonimbus di beberapa wilayah NTB.

“Wilayah kita berpotensi hujan sedang hingga lebat, disertai petir atau kilat dan angin kencang pada 16–22 Maret 2025,” jelasnya.

Dishub Batasi Operasional Angkutan Barang

Dinas Perhubungan (Dishub) NTB mengatur operasional kendaraan angkutan barang selama mudik Lebaran 2025. Pembatasan mulai berlaku pada 24 Maret atau H-7 Lebaran.

Kepala Dishub NTB Lalu Mohammad Faozal mengatakan aturan ini akan dituangkan dalam surat imbauan gubernur. Pembatasan berlaku bagi angkutan barang yang tidak menyangkut kebutuhan pokok masyarakat.

"Angkutan yang tidak langsung berhubungan dengan bahan pokok itu yang kami batasi," kata Faozal, Senin (17/3).

Pembatasan berlaku untuk mobil barang dengan tiga sumbu atau lebih, serta truk yang mengangkut bahan bangunan, hasil tambang, dan galian C.

Aturan ini diterapkan di ruas jalan nasional, provinsi, dan kabupaten mulai 24 Maret pukul 00.00 hingga 8 April. “Saat itu diperkirakan arus balik mudik sudah tuntas,” ujarnya.

Faozal menjelaskan kebijakan ini menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Kementerian Perhubungan, Korlantas Mabes Polri, dan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.

Pembatasan dilakukan untuk mengoptimalkan lalu lintas dan penyeberangan selama arus mudik dan balik Lebaran, demi kelancaran, ketertiban, serta keselamatan pemudik. "Surat imbauan gubernur ini sudah disusun dan segera disampaikan ke kabupaten/kota serta pengguna jasa," tandasnya.

Sementara itu, volume kendaraan angkutan barang di Pelabuhan Lembar meningkat sejak kemarin. Truk antre naik kapal menuju Padangbai dan Surabaya, mengangkut hasil pertanian, perkebunan, hingga bahan bangunan.

Deputy Branch Manager Pelindo Lembar Roby Dwi Muharrom mengatakan telah menerima SKB terkait pembatasan operasional angkutan barang. Saat ini, perusahaan angkutan memilih berlayar lebih awal sebelum aturan berlaku.

“Memang sudah ada kenaikan volume kendaraan angkutan dibanding hari normal,” papar Roby. (yun/mar/r7)

Editor : Akbar Sirinawa
#pemudik #Angkutan Barang #lebaran #tanah longsor #bmkg #Banjir #Cuaca Ekstrem