LombokPost-Sebanyak 26 kapal disiapkan untuk melayani pemudik di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, menuju Pototano, Sumbawa Barat, selama arus mudik Lebaran 2025.
“Armada kapal sudah kami siapkan, gabungan dari milik ASDP dan pengusaha,” kata General Manager ASDP Kayangan Heru Wahyono, Kamis (20/3).
Meski demikian, tidak semua kapal akan dioperasikan. Pengoperasian kapal akan menyesuaikan kondisi di lapangan, apakah pelabuhan dalam kondisi normal, padat, atau sangat padat. Dalam kondisi normal, hanya 10 hingga 12 kapal yang dioperasikan. Jika terjadi kepadatan, ASDP Kayangan akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) NTB dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTB.
“Kami sampaikan kondisi terkini. Kalau terjadi kepadatan, mungkin ada penambahan kapal, tetapi keputusan tetap di Dishub karena itu kewenangan regulator,” tegasnya.
Ramp check terus dilakukan untuk memastikan kelaikan kapal demi keselamatan dan kenyamanan penumpang. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 27 dan 28 Maret. Berkaca dari tahun lalu, ASDP Kayangan berkomitmen mempercepat proses bongkar muat kapal dengan durasi maksimal 35 menit.
“Kami sudah koordinasi dengan operator. Jika muatan sudah ada, bongkar muat harus dipercepat agar antrean bisa terurai. Maksimal 35 menit, kalau bisa lebih cepat, pasti akan kami lakukan,” jelas Heru.
Terkait muatan truk logistik, pembatasan hanya berlaku di Pulau Sumatera dan Jawa, tetapi tetap berdampak ke NTB. “Ini diprediksi tidak akan padat. Kalau terjadi pembatasan di Jawa dan Sumatra, otomatis jumlah truk logistik yang menyeberang ke wilayah setelahnya berkurang. Sebab, truk logistik kita banyak dari Jawa,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dishub NTB Lalu Mohammad Faozal menegaskan, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan mulai mengoperasikan portal di area dermaga untuk meningkatkan ketertiban dan keamanan.
“Dengan sistem ini, hanya penumpang dan kendaraan bertiket yang boleh masuk ke dermaga dan kapal,” jelasnya.
Portal ini bertujuan menyaring orang yang tidak berkepentingan serta memastikan arus masuk kapal lebih tertib dan efisien. Dishub NTB terus mendorong ASDP dan Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) untuk mengoptimalkan sistem ini menjelang puncak arus mudik dan balik Lebaran.
“Kami bersama ASDP dan pihak terkait akan terus mengevaluasi serta mensosialisasikan sistem ini, agar mobilitas penumpang dan kendaraan di lintasan strategis Kayangan-Pototano berjalan lancar,” tandasnya. (yun/r7)
Editor : Akbar Sirinawa