LombokPost-Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB telah merampungkan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Salah satu prioritas utama adalah menurunkan angka kemiskinan ekstrem dari dua digit menjadi satu digit.
"Dalam lima tahun ke depan, angka kemiskinan ditarget satu digit," kata Kepala Bappeda NTB H Iswandi usai paparan di hadapan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di ruang kerja gubernur, Senin (24/3).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan ekstrem saat ini tercatat 11,91 persen. Angka ini turun 1,94 persen poin dibandingkan Maret 2023. Selama pemerintahan Iqbal-Dinda, angka kemiskinan turun dua persen, sehingga ditargetkan dalam lima tahun mendatang berada di bawah 10 persen.
"Tantangan ke depan adalah produktivitas. Pak Gubernur ingin ada lompatan melalui diversifikasi ekonomi," ujar Iswandi.
Prioritas lain mencakup ketahanan pangan dan pengembangan destinasi wisata unggulan. Ke depan, ada 10 kawasan pariwisata strategis yang dibangun secara terintegrasi, mulai dari konektivitas Gili Tramena hingga Sekotong, Senggigi hingga Mandalika, serta kawasan Samota di Sumbawa dan wisata Sape di Bima.
Di antara destinasi tersebut, Geopark Rinjani akan menjadi ikon utama pariwisata NTB. Pengembangan kawasan ini mencakup peningkatan konektivitas, infrastruktur, dan fasilitas, termasuk pembangunan pusat MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions).
Tahapan selanjutnya, dokumen RPJMD akan melalui konsultasi publik pada Rabu (26/3). Harapannya, dokumen ini bisa diajukan untuk dibahas DPRD NTB pada Kamis (27/3). Jika pengesahan RPJMD dipercepat, Bappeda dapat menyiapkan RKPD perubahan 2025, penyusunan perubahan APBD 2025, serta RKPD 2026.
"Kami berharap ada percepatan pengesahan RPJMD," tandas Iswandi.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menekankan pentingnya peran strategis Bappeda dalam memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana.
"Saya ingin Bappeda menjadi tulang punggung pemerintah. Jika perencanaan kita bagus, 50 persen pekerjaan sudah selesai," kata Iqbal.
Ia menargetkan di tahun pertama pemerintahannya, pondasi program Iqbal-Dinda sudah kokoh sehingga masyarakat NTB dapat segera merasakan manfaat dari visi NTB Makmur Mendunia.
"Saya ingin memastikan sebagian besar program sudah bisa dilaksanakan tahun ini," ujarnya.
Beberapa isu sektoral juga akan diperkuat di seluruh OPD, seperti transformasi digital, pemberdayaan perempuan dan anak, serta lingkungan.
Transformasi digital, misalnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab Diskominfotik, tetapi diterapkan di semua sektor, termasuk layanan pemerintahan berbasis digital.
"Transformasi digital bukan sekadar pengembangan aplikasi, tetapi penguatan sistem digitalisasi di semua perangkat daerah," tandas Miq Iqbal. (mar/r7)
Editor : Prihadi Zoldic