LombokPost – Usai melaksanakan salat Idul Fitri 1 Syawal 1446 H, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menggelar open house di Pendopo Gubernur. Open house dibuka dalam dua tahap. Sesi pertama pukul 09.00-12.00 Wita. Berikutnya dilanjutkan lagi pukul 16.00 hingga 18.00 Wita.
Saat mulai dibuka pukul 09.00 Wita, masyarakat langsung berdatangan. Mereka antre untuk masuk ke ruang pendopo. Ajudan gubernur dibantu Satpol PP harus mengatur jalannya open house. Petugas terpaksa melakukan buka tutup agar tidak terjadi penumpukan di dalam ruangan pendopo.
Khairunnisa, salah seorang tamu tidak sabar ingin bertemu gubernur. Dia sengaja datang jauh-jauh dari Bayan, Lombok Utara. Dia datang bersama suami dan dua anaknya. Tujuannya untuk bersalaman dan minta foto dengan gubernur. "Ini sudah kami rencanakan sejak awal puasa," kata Nisa.
Usai salaman, para tamu bisa menikmati aneka hidangan. Mereka disuguhi berbagai menu. Juga tersedia makanan khas dari berbagai daerah di NTB. Mulai makanan khas Lombok, Sumbawa, Dompu dan Bima.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, open house terbuka untuk masyarakat umum. Mereka bisa datang tanpa mendaftar. Kegiatan bermaaf-maafan itu positif untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara pemerintah dengan rakyat. "Ini menciptakan kebersamaan pemerintah dan masyarakat. Juga menghilangkan sekat dan membangun kekeluargaan yang erat antar semua warga NTB," ujar Iqbal.
Sementara itu, ada yang berbeda dari open Lebaran ini dengan tahun sebelumnya. Kalau sebelumnya dilakukan terpisah di pendopo gubernur, pendopo wakil gubernur, dan rumah dinas sekda. Tapi kali ini, tradisi gelar griya dilakukan sekaligus dalam satu tempat di Pendopo Gubernur NTB.
Selain Gubernur, hadir juga Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri dan Sekda NTB Lalu Gita Ariadi. Para pejabat itu menyalami masyarakat yang datang. "Ini karena dalam suasana efisiensi sehingga kita jadikan satu tempat saja," kata Sekda Lalu Gita Ariadi.
Menurutnya, cara itu lebih efektif dan efisien. Masyarakat bisa datang sekaligus. Dalam satu ruangan mereka bertemu langsung dengan gubernur, wakil gubernur dan sekda. "Jadi silaturahmi bisa terjalin dalam satu waktu. Ini lebih efektif dan efisien," ujar Miq Gita. (mar)
Editor : Jelo Sangaji