LombokPost-Kemenag resmi menutup pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) reguler pada 25 April lalu. Dari total kuota untuk NTB sebanyak 4.499 orang, 4.324 orang telah melakukan pelunasan. Sedangkan sisanya 175 orang tidak melakukan pelunasan.
“Kuota itu termasuk jamaah reguler, petugas haji daerah (PHD), pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta lansia,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag NTB Lalu Muhammad Amin pada Lombok Post.
Untuk itu sebanyak 175 calon jamaah haji (CJH) tersebut dinyatakan gagal berangkat menunaikan rukun Islam kelima pada tahun ini. “Segera kita ubah statusnya,” tegasnya.
Sejumlah faktor menjadi alasan. Ada CJH yang menunda keberangkatan karena sesuatu dan lain hal, maka sampai pada masa akhir pelunasan, mereka tidak melakukan pembayaran. Kemudian tidak lolos istithaah kesehatan, serta tidak memenuhi persyaratan administrasi sebagai pendamping haji.
Agar kloter haji NTB tetap utuh sebanyak 4.499 orang, maka posisi 175 orang tersebut akan diisi oleh CJH berstatus cadangan yang sesuai dengan nomor urut porsi dan pastinya mereka telah melakukan pelunasan Bipih.
“CJH cadangan sudah kami informasikan untuk siap-siap, dan ketika ada kuota yang tersedia, mereka yang mengisinya. Ini kami akan berikan kepada 10 kabupaten dan kota secara proporsional,” terang Amin.
Bagi 175 yang gagal berangkat tahun ini, mereka akan menjadi prioritas tahun depan dan akan dipanggil kembali. “Mereka akan kita panggil lagi,” tegas Amin.
Sementara itu, berkaitan dengan kelompok terbang (kloter) CJH Embarkasi Lombok, Amin mengatakan bahwa sebanyak 4.499 CJH akan terbagi ke dalam 12 kloter utuh dan gabungan. “Kalau tahun lalu kita ada 13 kloter karena ada kuota tambahan, tahun ini kita tetapkan 12 kloter,” ujarnya.
Adapun kloter pertama yang akan berangkat adalah Lombok Barat, dengan jumlah CJH yang terbang di tanggal 2 Mei nanti sebanyak 385 orang. Mengenai informasi kloter serta keberangkatannya, telah disampaikan kepada kantor Kemenag 10 kabupaten dan kota.
Amin mengimbau, kepada seluruh CJH asal NTB agar segera melakukan persiapan, mencakup fisik, mental dan materi. Persiapan fisik mencakup menjaga kesehatan, melakukan vaksinasi, dan mempersiapkan obat-obatan yang diperlukan.
Kemudian persiapan mental meliputi memantapkan niat, dan memperdalam kembali pengetahuan tentang makna haji. Persiapan materi meliputi mengurus dokumen, serta mempersiapkan keuangan.
“Saat-saat sekarang perbanyak istirahat, kurangi kegiatan-kegiatan yang dirasa kurang penting, supaya nanti tidak lelah, baiknya fokus mempersiapkan diri untuk keberangkatan,” pungkasnya.
Terpisah, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang saat ditemui di sela-sela kunjungan kerja ke Mataram, Sabtu (26/4), mengungkapkan bahwa dalam persiapan keberangkatan haji, salah satu yang menjadi atensi adalah perihal jadwal penerbangan. “Untuk hal ini, kami minggu lalu sudah menggelar rapat mengundang pihak maskapai,” tegasnya.
Berkaca dari penyelenggaraan haji musim tahun lalu, selain masalah teknis maskapai, kendala operasional turut menjadi faktor penyebab keterlambatan penerbangan haji. Pemerintah tidak ingin kejadian serupa terjadi lagi. Karena ini jelas merugikan semua pihak.
“Kalau ada keterlambatan, ini pasti ada akibat, ada konsekuensi,” jelasnya.
Apabila keterlambatan penerbangan terjadi di kloter awal, jelas akan merusak rencana yang sudah disusun. “Contoh dipenginapan, kalau membooking hotel di Madinah bukan dihitung per hari melainkan per jam, jadi kalau terlambat jamaah datang, nanti diujungnya dia harus keluar sebelum ibadah arbain, karena sudah di tempati jamaah lain,” tegas dia.
Pemerintah dan DPR sangat mewanti-wanti situasi penerbangan keberangkatan haji. “Ini kan jam keberangkatan dari setiap embarkasi di putuskan berdasarkan usulan penerbangan. Kalau mereka yang sudah memutuskan, pihak penerbangan jangan melanggar,” jelas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Baca Juga: Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual, Kanwil Kemenkum NTB Ikuti Webinar OKE KI
Kesiapan Akomodasi di Tanah Suci
Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan kesiapan layanan bagi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Seperti yang dikutip dari rilis resmi Kemenag, peninjauan dilakukan sebagai bentuk dukungan BP Haji dalam operasional ibadah haji 1446 H/2025. Dahnil Anzar Simanjuntak memantau kesiapan akomodasi hotel, layanan konsumsi, hingga fasilitas kesehatan.
"Hari ini saya berada di daerah Syisyah untuk melakukan pengecekan akomodasi hotel bagi jamaah Indonesia, tepatnya di Emaar Al Diyafa Hotel. Di hotel ini akan menampung sekitar 2.500 jamaah haji Indonesia selama berada di Makkah," terang Dahnil di Makkah, Sabtu (26/4).
Secara keseluruhan, di Makkah disediakan 204 hotel untuk jamaah, dan di Madinah sekitar 90 hotel. Pihaknya memastikan seluruh hotel tersebut dalam kondisi siap melayani jamaah.
Selain Emaar Al Diyafa, Dahnil juga mengunjungi Rabieh Hijazi Hotel yang akan menjadi tempat bermukim sekitar 380 jamaah, yakni satu kloter. Kawasan Syisyah sendiri dipastikan menjadi salah satu area akomodasi utama bagi jamaah haji Indonesia sepanjang musim haji.
Setelah meninjau akomodasi, Dahnil Anzar Simanjuntak berkunjung ke Kitchen Bin Marta di kawasan Jabal Nur, Makkah. Dapur ini menjadi salah satu penyedia yang akan melayani kebutuhan konsumsi bagi jamaah selama di Makkah.
Dahnil memeriksa kesiapan fasilitas dan kualitas dapur untuk memastikan layanan konsumsi yang akan diberikan kepada jamaah Indonesia. Kunjungan kerja ini diakhiri dengan peninjauan ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di wilayah Aziziyah Selatan, Makkah. KKHI akan menjadi pusat layanan kesehatan bagi jamaah Indonesia selama berada di Makkah.
Dahnil memastikan kesiapan sarana dan prasarana layanan kesehatan agar mampu memberikan pelayanan terbaik untuk para tamu Allah. “Kami ingin memastikan seluruh layanan, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga kesehatan, sudah siap dengan kualitas terbaik demi kelancaran dan kenyamanan jamaah haji Indonesia,” tandasnya.
Porsi Haji untuk NTB Tahun 2025
Jamaah reguler : 4.230 orang
Lansia : 225 orang
PHD : 36 orang
Pembimbing KBIHU : 8 orang
Total : 4.499 orang
Jumlah melunasi per 25 April : 4.324 orang
Tidak melunasi per 25 April : 175 orang
*Sumber : Kanwil Kemenag NTB
(yun/r3)
Editor : Prihadi Zoldic