Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gubernur NTB Berikan Beberapa Fasilitas Istimewa Untuk Warga yang Terdampak Masalah Sampah di Sekitar TPA Kebon Kongok

Fratama P. • Selasa, 6 Mei 2025 | 17:33 WIB
Gubernur NTB atasi masalah warga di sekitar TPA Kebon Kongok
Gubernur NTB atasi masalah warga di sekitar TPA Kebon Kongok

LombokPost - Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal kembali membahas tentang keseriusan masalah sampah di TPA Kebon Kongok.

Ada beberapa solusi ditawarkan Gubernur NTB sebagai solusi jangka pendek dan jangka panjang yang akan dilaksanakan secepatnya di TPA Kebon Kongok.

Gubernur NTB menyadari bahwa masalah sampah yang terjadi di TPA Kebon Kongok memang sudah mulai mengganggu aktivitas warga sekitar.

Oleh karena itu, Gubernur akan berkolaborasi dengan Pemkab Lombok Barat dan Pemkot Mataram guna memberikan langkah cepat penanganan sampah.

Apalagi saat ini TPA Kebon Kongok juga terlihat menampung kapasitas yang berlebihan sehingga terjadi overload sampah.

Warga yang berada di sekitar lokasi ini pun merasa risih dan terganggu hingga sempat menghentikan pembuangan ke tempat ini lagi.

Untuk menangani masalah serius ini, Pemprov NTB bersama Pemkab Lombok Barat dan Pemkot Mataram langsung melakukan rapat koordinasi.

Tentu saja pembahasan yang dibicarakan berkaitan dengan penanganan sampah dan solusi yang tidak merugikan pihak mana pun.

Oleh karena itu, dalam rapat ini ditawarkan solusi jangka pendek dan jangka panjang yang bisa langsung dilakukan secepatnya.

Karena permasalahan ini sudah menjadi keluhan masyarakat karena berdampak pada aktivitas mereka yang terganggu.

“Ini yang jangka pendek itu, sehingga tidak terjadi backlog seperti yang terjadi sekarang, terutama dampaknya kegiatan di Kota Mataram,” kata Gubernur NTB yang akrab disapa Miq Iqbal.

Untuk jangka pendek, pemerintah akan membentuk tempat pembuangan sementara untuk menampung sampah agar tidak overload di TPA Kebon Kongok.

Solusi jangka pendek ini diharapkan mampu membantu mengatasi masalah sampah selama beberapa bulan ke depannya.

Tempat pembuangan sementara ini juga harus dengan persetujuan masyarakat sehingga perlunya melakukan negosiasi dan koordinasi terlebih dahulu.

Gubernur NTB mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dan berakhir dengan ketersediaan masyarakat dengan solusi ini.

“Ini kita masih memastikan konsultasi dengan masyarakat. Yang jelas, masyarakat setempat tidak keberatan,"

"Masyarakatnya tidak keberatan, dan dari segi regulasi juga sudah memungkinkan. Jadi semuanya sudah kondusif, tinggal memutuskan untuk mulai menempatkan di sana,” lanjut Miq Iqbal.

Lebih lanjut Miq Iqbal menjelaskan jika lokasi untuk merealisasikan solusi jangka pendek tetap di Kebon Kongok namun dengan mengoptimalkan lahan yang tersedia.

“Bukan perluasan, optimalisasi dari yang dilakukan. Jadi ini (optimalisasi) masih di Kebon Kongok juga, sebagai tempat yang kita siapkan landfill-nya, dan dilakukan pembuangan di sana. Itu solusi jangka pendek,” ujarnya.

Seperti rencana sebelumnya, untuk jangka panjang, pengelolaan sampah ini akan dibuat menjadi energi terbarukan.

Sistem pengelolaan sampah akan dilakukan di hulu agar mampu membantu mengurangi volume sampah yang ada di TPA Kebon Kongok.

“Jadi sebisa mungkin tidak ada sampah yang ke TPA, sedikit mungkin sampah yang ke TPA diolah di situ. Nah kita sedang mempersiapkan di hilir, dengan mempersiapkan waste to energy dari mengubah sampah yang sudah ada di Kebon Kongok ini menjadi energi,” ujar Miq Iqbal.

Solusi Gubernur NTB ini juga akan segera dilakukan Bupati Lombok Barat dengan melakukan uji coba menggunakan 20 ton sampah setiap hari.

Pemkab Lombok Barat juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan, uji kandungan air sumur terhadap bakteri E-coli, hingga perbaikan akses jalan menuju lokasi sesuai arahan Gubernur NTB.***

Editor : Fratama P.
#sampah #TPA Kebon Kongok #Gubernur NTB