LombokPost - Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kota Mataram kembali menggelar pelatihan pembuatan kue bagi masyarakat.
Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, seleksi peserta kali ini diperketat.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kota Mataram M Ramadhani menjelaskan, langkah ini bertujuan memberi kesempatan kepada peserta baru dan menghindari pengulangan peserta dari pelatihan sebelumnya.
Sehingga ada penyegaran peserta dan tidak ada indikasi peserta hanya itu-itu saja, menjadi atensi pihaknya.
“Ini peserta baru, kita lebih selektif memilih peserta supaya jangan yang itu-itu saja pesertanya,” kata Ramadhani di Mataram, Senin (5/5).
Pelatihan yang diikuti 30 peserta dari enam kecamatan di Kota Mataram ini dilaksanakan di salah satu hotel berbintang. Kriteria utama peserta adalah warga yang terdata dalam data kemiskinan ekstrem.
“Harapannya setelah mengikuti pelatihan, mereka punya usaha sendiri. Juga tentunya punya tambahan penghasilan dan mengurangi angka kemiskinan ekstrem,” ucapnya.
Setelah pelatihan, Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM tidak akan lepas tangan. Pihaknya akan terus mengawasi perkembangan usaha para peserta.
Selain itu, Ramadhani mendorong peserta untuk membentuk komunitas dan saling bertukar informasi, terutama terkait peluang pesanan pembuatan kue.
“Peserta pelatihan juga diharapkan bisa membentuk komunitas dan saling berkomunikasi, misalnya ketika ada pesanan membuat kue, bisa saling memberi informasi. Jadi ini seperti membuat jaringan, komunikasi tidak terputus,” jelasnya.
Dengan fokus pada pemberdayaan kelompok rentan dan peningkatan kualitas pelatihan, Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kota Mataram berharap dapat memberikan dampak positif yang lebih signifikan terhadap perekonomian masyarakat dan penurunan angka kemiskinan ekstrem di Kota Mataram.
Pelaksanaan pelatihan ini juga sejalan dengan target Pemerintah Kota Mataram untuk mencetak ribuan wirausaha baru.
Oleh karena itu, seluruh data pelatihan akan terkoordinasi dengan baik untuk memastikan tidak ada peserta yang mengikuti pelatihan yang sama berulang kali.
“Jadi ada peningkatan level, dulu membuat kue, terus besoknya pelatihan perizinan, sertifikasi halalnya, PIRT (pangan industri rumah tangga),” terang Ramadhani.
Ia memastikan mekanisme pemilihan peserta pelatihan tahun ini berbeda signifikan dari sebelumnya.
Dinas tidak hanya menerima daftar usulan peserta dari pihak kecamatan, tetapi juga melakukan penyaringan data secara mandiri, terutama dengan memprioritaskan warga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Intinya kita lihat juga peserta yang memang masuk DTKS. Kami sisir datanya dari situ walaupun ada juga yang kita minta dari kecamatan. Tapi tidak semua data dari kecamatan itu kita setujui,” katanya.
Ramadhani menambahkan bahwa pelatihan pembuatan kue ini merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kota Mataram pada tahun 2025.
Ke depannya, akan ada berbagai pelatihan lain yang diselenggarakan untuk mendukung pengembangan UMKM dan peningkatan keterampilan masyarakat.
Sebelumnya, Dinas Koperasi (Diskop) dan UKM Provinsi NTB mengadakan Program Percepatan Penghapusan Kemiskinana Ekstrem (P3KE).
Program penghapusan kemiskinan ekstrem ini diberikan melalui pelatihan kemampuan teknis melalui jalur koperasi dan UMKM.
Pascagempa dan Covid-19 ekonomi NTB cukup terdampak. Melalui program ini, diharapkan bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat NTB.
Pemerintah Provinsi NTB memberikan pelatihan dalam menekan kemiskinan ekstrem.
Bentuk keterampilan yang dilatih seperti keterampilan teknis pijat, teknis kerajinan, teknis cukur, dan teknis olahan makanan.
Program ini diharapkan bisa membantu menaikkan pendapatan warga nantinya. (chi/fer/r7)
Editor : Rury Anjas Andita