LombokPost – Penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejati NTB turut menggeledah Kantor Biro Perekonomian Setda NTB, Kamis (8/5).
Penggeledahan yang dilakukan hampir 1,5 jam itu difokuskan di ruang kerja yang menangani Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Empat orang penyidik datang ke Kantor Biro Ekonomi sekitar pukul 09.30 Wita. Mereka langsung naik ke lantai dua Gedung III. Petugas Korps Adhyaksa itu baru keluar lagi pukul 10.50 Wita.
"Penggeledahan ini tentang perkara pengelolaan SPAM oleh PT GNE," kata ketua tim penyidik Kejati NTB Indra Harvianto kepada wartawan.
Disampaikan, pihaknya menyita tiga box dokumen dari tahun 2018-2024. Dokumen yang diambil berkaitan dengan kerja sama PT Gerbang NTB Emas (GNE) dan PT Berkah Air Laut (BAL) dalam proyek pengoperasi SPAM di kawasan wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara.
Dugaan penyimpangan atau kejanggalan dalam kerja sama tersebut kini menjadi sorotan Kejati NTB.
"Para pegawai tadi kooperatif karena kita sudah punya izin dari pengadilan untuk melakukan penggeledahan ini," ungkap Indra.
Adapun Kepala Biro Perekonomian Setda NTB Wirajaya Kusuma tidak berada di kantornya saat penggeledahan berlangsung.
Dia diketahui sedang berada di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mendampingi Gubernur untuk menyambut para tamu duta besar untuk acara Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS).
"Intinya semua berkas yang diperlukan berkaitan dengan lini usaha PT GNE," tandas Indra Harvianto.
Dikonfirmasi tentang penggeledahan itu, Kepala Biro Perekonomian Setda NTB Wirajaya Kusuma mengaku sudah melapor ke Biro Hukum Setda NTB.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Penyediaan Air Bersih PT GNE dan PT BAL, Jaksa Periksa Pejabat Pemprov NTB
Dia pun meminta para pegawai Biro Ekonomi untuk kooperatif. Yaitu dengan membantu menyerahkan dokumen yang dibutuhkan penyidik.
"Sudah saya koordinasikan dengan Karo Hukum supaya kooperatif dengan memberikan data yang diinginkan aparat penegak hukum," ujar Wirajaya.
Dia mengakui saat penggeledahan berlangsung, dirinya tidak berada di kantor. "Saya tidak sempat ketemu (penyidik, Red), karena mendampingi Pak Gubernur menerima kedatangan tamu duta besar di BIZAM," ucapnya. (mar)
Editor : Jelo Sangaji