LombokPost – Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2025 berhasil digelar dengan sukses sejak Kamis-Sabtu (8-10/5). Provinsi NTB berhasil menjadi tuan rumah yang baik.
Para duta besar dan diplomat asing telah menyelami berbagai keunikan budaya, kekayaan kuliner, serta pesona pariwisata yang dimiliki Bumi Gora.
Ke depan, kesuksesan IGS 2025 menjadi pintu masuk untuk menarik banyak investasi asing ke Provinsi NTB.
Peluang investasi itu pun terbuka lebar. "Beberapa duta besar dan atase perdagangan dari kantor diplomat asing sudah menyatakan ketertarikan," kata Asisten II Setda Provinsi NTB Lalu Mohammad Faozal.
Disampaikan, Provinsi NTB memiliki banyak sektor yang berpotensi dikembangkan melalui investasi. Mulai dari potensi pariwisata, kuliner, seni dan budaya, maritim, peternakan, perikanan, pertambangan dan berbagai sektor lain yang menjanjikan.
"Setiap sektor pasti memiliki potensi yang bisa kita angkat dan promosikan," ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusan, beberapa delegasi sudah meminta kartu nama dan kontak para pejabat Pemprov NTB untuk komunikasi lebih jauh.
Khususnya melalui Gubernur Lalu Muhamad Iqbal. Hal itu menandakan adanya ketertarikan dan peluang untuk membuka akses lebih lanjut.
"Sekarang tinggal bagaimana kita bisa menjaga dan memelihara komunikasi serta potensi kerja sama ini secara berkelanjutan. Kami pun siap menjadi sasaran investasi," papar Faozal yang ditugasi sebagai ketua panitia IGS 2025.
Staf Ahli Menteri Luar Negeri (Menlu) Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri R. Heru Hartanto Subolo mengatakan potensi investasi asing sangat besar usai pelaksanaan IGS 2025.
Apalagi NTB memiliki potensi besar di berbagai bidang. "Dari Pemprov NTB dan pemerintah pusat komitmennya sangat tinggi. Tinggal bagaimana kita tindaklanjuti dengan pemerintah asing melalui duta besar mereka di sini," ujar Heru.
Khusus untuk NTB, jelas dia, para duta besar dan diplomat asing yang terlibat sangat menikmati berbagai sajian kuliner. Itu menjadi potensi besar untuk dikembangkan menjadi potensi investasi di bismdang kuliner.
"Banyak peserta IGS yang suka kuliner di sini. Tinggal bagaimana pengemasan saja," paparnya.
Diketahui, Indonesia Gastrodiplomacy Series bertujuan mempromosikan Indonesia secara keseluruhan.
Ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam meningkatkan visibilitas dan daya saing Indonesia dalam skala global.
Sejauh ini event internasional itu sudah lima kali diadakan di berbagai provinsi dengan partisipan yang berbeda-beda. (mar)
Editor : Rury Anjas Andita