LombokPost – Direktur RSUP NTB dr. H Lalu Herman Mahaputra angkat bicara terkait seorang pasien asal Meang, Kecamatan Sekotong, Lombok Batat (Lobar) yang pulang dengan cara ditandu.
Dikatakan, pihak RSUP tidak pernah memulangkan pasien secara paksa.
"Itu bukan dipulang paksa. Kita tidak pernah pulang paksa," bantah dr Jack, sapaan karib dr. H Lalu Herman Mahaputra kepada Lombok Post, Kamis (15/5).
Baca Juga: Mahasiswa Universitas Bumigora Sabet Juara 1 Web Development di Ajang Internasional
Disampaikan, permintaan pulang adalah permintaan pasien sendiri.
Itu sudah melalui tanda tangan yang jelas dari Apit sebagai pasien dan keluarganya dengan demikian dia pulang atas permintaannya sendiri.
dr Jack mengklaim semua proses pemulangan dilakukan melalui prosedur medis.
DPJP atau dokter penanggung jawab pelayanan yang menangani pasien juga sudah melakukan serangkaian pemeriksaan.
Hasilnya pasien dibolehkan pulang karena keluhannya sudah berkurang.
"Dia pulang atas permintaan sendiri. Kalau pulang paksa itu tidak mungkin," tegas dr Jack lagi.
Baca Juga: Berdalih Kebutuhan Ekonomi, Pemulung di Mataram Banting Setir Jadi Pengedar Sabu
Dirinya mengaku merasa perlu mengoreksi informasi yang beredar di publik.
Karena seolah-olah pihak manajemen RSUP NTB sengaja membiarkan pasien pulang.
Apalagi menjadi lebih dramatis ketika pasien pulang dengan cara ditandu oleh keluarga dan keluarga.
“Kalau ditandu itu kan karena kondisi infrastruktur jalan yang tidak memungkinkan pakai kendaraan. Masalah jalan itu urusan pemkab (Pemkab Lobar, Red),” tegas dr Jack.
Seperti diberitakan, seorang pasien BPJS yang baru pulang dari RSUP NTB viral di media sosial sejak Senin (12/5).
Gara-garanya pasien bernama Apit, 45 tahun, asal Meang, Kecamatan Sekotong, Lobar, pulang dengan cara ditandu.
Kerabat dan warga secara bergiliran menggotong tandu dari Dusun Ombol menuju Dusun Meang. Jarak tempuh kurang lebih 5 kilometer.
Baca Juga: Jaksa Temukan Penyaluran Bansos Pokir DPRD Mataram Tak Sesuai Prosedur
Selain karena kondisi pasien yang masih lemah, kondisi jalan yang memperhatinkan juga tidak memungkinkan untuk menaikan kendaraan. Termasuk ambulans.
Warga Meang sudah lama mengeluhkan kondisi jalan dan meminta Pemkab Lobar memperbaiki akses itu. (mar)
Editor : Kimda Farida