Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dari Lombok, Mendagri Tito Karnavian Umumkan Berita Gembira untuk Dunia Perhotelan

Prihadi Zoldic • Kamis, 5 Juni 2025 | 06:22 WIB
SUMBER PENDAPATAN: Salah satu hotel yang ada di Kota Mataram. Pemkot Mataram mengantisipasi turunnya pajak akibat lesunya bisnis perhotelan, imbas efisiensi anggaran. 
SUMBER PENDAPATAN: Salah satu hotel yang ada di Kota Mataram. Pemkot Mataram mengantisipasi turunnya pajak akibat lesunya bisnis perhotelan, imbas efisiensi anggaran. 

 

LombokPost - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan kabar gembira di sela Musrenbang NTB. Dari Lombok ia seolah ingin memberikan kejutan pada para pelaku pariwisata. 

 

Ini terkait bolehnya pemerintah daerah berkegiatan di hotel. Sebuah hal yang belakangann dikurangi banyak karena penghematan anggaran. 

 

Di forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) pada 4 Juni 2025 di Mataram, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan kabar menggembirakan bagi sektor pariwisata dan pelaku industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Dengan tegas, Tito Karnavian menyampaikan derah boleh melaksanakan kegiatan di hotel dan restoran.

"Saya jamin karena saya sudah bicara langsung dengan Presiden Prabowo," kata Mendagri Tito Karnavian yang tentunya menjadi pelepas dahaga bagi industri perhotelan, khususnya pelaku MICE. 

 

Pernyataan ini menjadi angin segar di tengah kekhawatiran stagnasi sektor pariwisata pascapandemi dan tekanan pemangkasan belanja negara. Lebih dari sekadar kebijakan administratif, Mendagri Tito Karnavian menyuarakan keberpihakan negara terhadap pelaku ekonomi UMKM yang menggantungkan hidup dari sektor perhotelan dan restoran.

 

"Melalui kebijakan ini, Presiden Prabowo mengirimkan sinyal awal yang kuat bahwa sektor pariwisata tidak akan dipinggirkan. Justru, ia akan menjadi bagian dari strategi utama pemulihan ekonomi nasional," puji Taufan Rahmadi, pemerhati pariwisata. 

“Kurangi boleh, tetapi jangan sama sekali tidak ada. Tetap laksanakan kegiatan di hotel dan restoran," kata Mendagri Tito Karnavian, seolah menyentil pemerintah daerah yang terlalu takut berkegiatan MICE di hotel. 

 

Lebih jauh, Mendagri Tito Karnavian menegaskan, pemotongan anggaran Rp 50 triliun untuk 552 daerah bukan alasan untuk mematikan kegiatan produktif. Pemerintah daerah tetap diberi ruang untuk menyelenggarakan perjalanan dinas dan rapat di hotel secara wajar, dengan pendekatan rasional dan manusiawi.

 

Ia mengingatkan agar kegiatan dilakukan dengan akal sehat: “Kalau cukup tiga sampai empat kali rapat, jangan dibikin sepuluh," imbuh Mendagri Tito Karnavian. 

BUTUH SOLUSI: Hotel Prime Park di Jalan Udayana adalah salah satu hotel berbintang yang dilengkapi dengan fasilitas MICE di Kota Mataram.
BUTUH SOLUSI: Hotel Prime Park di Jalan Udayana adalah salah satu hotel berbintang yang dilengkapi dengan fasilitas MICE di Kota Mataram.

Menurut Taufan Rahmadi, ini bukan sekadar pelonggaran birokrasi. Ini adalah pembuktian bahwa pemerintahan Prabowo Subianto telah menjadikan pariwisata sebagai mitra strategis dalam membangkitkan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan menghidupkan kembali denyut ekonomi lokal.

Dari podium Musrenbang di NTB, pesan itu tersampaikan jelas: Era baru pariwisata nasional yang lebih hidup, lebih manusiawi, dan berdampak nyata telah dimulai."Terima Kasih Bapak Tito, Terima Kasih Bapak Prabowo," tutup Taufan Rahmadi yang merupakan dewan Pakar GSN Bidang Pariwisata. (yuk/r6) 

Editor : Prihadi Zoldic
#Taufan Rahmadi #musrenbang #mendagri #tito karnavian #Hotel #mice #Pariwisata