Di balik gemilangnya karier Emil Audero, penjaga gawang top Timnas Indonesia, ada sosok ayah tangguh bernama Edi Mulyadi. Pria asal Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat ini adalah representasi nyata dari kerja keras, tekad, disiplin dan cinta tanpa batas kepada keluarga dan Tanah Air.
---
SENYUM ramah Edi Mulyadi menyambut kedatangan Lombok Post. Rumah sederhana berwarna putih itu menjadi bukti sejarah bahwa Emil Audero Mulyadi, yang kini menjadi idola baru publik sepak bola Indonesia, pernah tinggal dan menghabiskan masa kecilnya walau setahun.
Di ruang televisi itu, sejumlah foto Emil Audero terpajang pada sebuah rak buku berwarna cokelat putih. Ada foto Emil yang seorang diri, dan foto Emil bersama sang ibu dan kakak perempuan cantiknya.
Edi Mulyadi kembali mengingat kenangan yang ditinggalkan Emil kecil dulu. Emil lahir di Klinik Akasia, Mataram, 18 Januari 1997 saat subuh. Hanya setahun lamanya Emil menghabiskan masa kecilnya di Pulau Lombok.
Setelah itu sejak remaja dan dewasa menetap di Italia bersama sang ibu bernama Antonella Audero. Walau besar di Italia, nilai-nilai Indonesia tetap tertanam kuat lewat didikan sang ayah.
“Saat usia lima tahun, namanya anak-anak suka sepak bola, disanalah dimulai. Saat itu saudara ipar Emil hendak bertanding bola, namun tidak bisa. Sehingga Emil yang bersedia menggantikan, disanalah pelatih ini melihat bakat Emil dan disarankan untuk fokus berlatih. Setiap bermain Emil sukanya jaga gawang,” ungkap Edi Mulyadi di kediamannya, Rabu (4/6).
Emil memulai karier sepak bolanya di klub lokal Cumiana Calcio, lalu bergabung dengan akademi milik mantan kiper Marco Roccati.
Bakatnya terus bersinar hingga masuk ke akademi Juventus di usia 15 tahun dan akhirnya tampil untuk tim senior.
Kini, Emil Audero bermain di klub Serie B Palermo dan telah resmi dinaturalisasi menjadi pemain Timnas Indonesia.
“Karena banyak turnamen di sana (Italia, Red) membuat bakat atau kemampuan anak-anak di sana terasah,” katanya.
Baca Juga: Dua Laga Penentu Timnas Indonesia, Skenario Surga ke Piala Dunia 2026
“Emil pun dipercaya menjadi pemain (status) pinjaman di Venezia tahun 2017, Sampdoria tahun 2018. Lalu pinjaman ke Inter Milan tahun 2023, Como di tahun 2024 dan bergabung di klub Serie B Palermo musim 2024 dan kini Emil menjadi bagian Timnas Indonesia,” terang Edi Mulyadi.
Sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia, kata Edi, ternyata Emil sedang masa penyembuhan usai cedera pada bahu bagian kiri.
Ini pula yang menyebabkan Emil agak lama atau belakangan bergabung dengan Timnas Indonesia.
“Saat pengambilan sumpah WNI Emil Audero itu pun sempat video call dengan kami, keluarga di Lombok maupun keluarga dari Italia. Saling berbagi foto dan sebagainya,” katanya.
Bergabungnya Emil Audero menjadi bagian dari Timnas Indonesia tentu menjadi kebanggaan tersendiri sebagai orang tua maupun keluarga besar.
Tiada henti-hentinya memberikan doa dan semangat kepada seluruh Timnas Indonesia agar saat pertandingan melawan Tiongkok pada Kamis (5/6) bisa meloloskan Timnas Indonesia putaran kualifikasi berikutnya untuk Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Viral! Asisten Pelatih Timnas Indonesia Semprot Fans Jelang Laga Krusial Lawan China dan Jepang
“Kami orang tua, keluarga besar, tentu berdoa, dari seluruh bangsa Indonesia agar mudah-mudahan Allah SWT mengizinkan bangsa Indonesia, Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia,” harapnya.
Selain doa, dukungan semangat juga diberikan pihak keluarga maupun Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (ASKAB PSSI) dan KONI Lombok Tengah yang akan menggelar nonton bareng (nobar) di Praya, Lombok Tengah.
Edi pun mengapresiasi atas inisiasi tersebut dan berterima kasih kepada Sekda Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya.
Pertandingan Timnas Indonesia melawan Tiongkok nanti, disebut Edi, keluarga inti pun berencana akan menonton langsung di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.
Saat bertemu Emil nantinya, Edi Mulyadi mengaku tidak ada persiapan khusus. Dirinya hanya menyiapkan beberapa cemilan kesukaan Emil Audero yaitu kue nastar.
Edi mengaku tidak berani membawa banyak-banyak kue ini, lantaran apa yang dikonsumsi pemain dibatasi oleh pelatih. Artinya, ini bentuk keseriusan pelatih dalam memperhatikan fisik, mental, asupan para pemain.
“Benar-benar disiplin dan ketat, kami pun sebagai keluarga sangat dibatasi soal informasi dimana hotel menginap para pemain. Kami sebagai orang tua tentu mensupport,” kata dia.
Lantas kapankah Emil Audero datang berkunjung ke Pulau Lombok? Edi Mulyadi membocorkan, dalam waktu dekat usai bertanding di Jepang setelah pertandingan di Jakarta, Emil Audero akan menyempatkan waktu berlibur ke kampung halaman di Gumi Tatas Tuhu Trasna.
“Setelah bermain di Jakarta, lalu ke Jepang paling tidak tanggal 12 Juni, setelah itu break ada sedikit masa liburan yang akan dihabiskan di Lombok. Habis liburan dengan keluarga, Emil lanjut ke Como,” tutup Edi.
Editor : Akbar Sirinawa