LombokPost – Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, ternyata penerapan ekonomi syariah di Indonesia masih kalah dibandingkan dengan Thailand.
Padahal, penduduk Muslim di Thailand hanya minoritas. Namun, negara tersebut sudah memulainya, dengan bangga mempromosikan produk-produk halal.
Hal itu diungkapkan oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal di acara Lombok Sharia Festival (LSF) ke-6 tahun 2025 di Lombok Epicentrum Mall (LEM), Minggu, 8 Juni 2025.
Acara tersebut berlangsung mulai dari 7 hingga 9 Juni 2025 yang digelar berkat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Pemerintah Kota Mataram, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB dan Hijabers Mom Community Lombok bertajuk “Crafting Futures with Sharia Economy”.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Iqbal mengatakan Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Dengan kepadatan penduduk mencapai 350 juta jiwa.
Namun sayang, opulasi dengan level rangking dunia, ekonomi syariahnya masih jauh tertinggal.
Muhammad Iqbal pun tidak memungkiri bahwa Indonesia memang agak terlambat dibandingkan negara Thailand dengan penduduk non Muslim.
Atas dasar itu, Muhammad Iqbal mengatakan bahwa, NTB memiliki peluang untuk memberikan kontribusi lebih besar dalam ekonomi syariah besar di Indonesia.
“Termasuk pada industri pariwisata berbasis syariah. NTB menyebutnya Muslim Friendly Tourism,” paparnya.
Terkait dengan pelaksanaan acara yang bertajuk ‘Crafting Futures with Sharia Economy’ tersebut, Gubernur NTB pun sangat mengapresiasinya.
Karena, melalui acara tersebut, Hijabers Mom Community Lombok telah berkontribusi memperkenalkan Wastra Indonesia bahkan NTB kepada dunia.
"Beberapa kali menghadiri forum internasional dan menemukan Wastra NTB muncul. Saya ucapkan terima kasih sudah membantu menduniakan produk NTB,” paparnya.
Baca Juga: Sebanyak 175 Jemaah Haji Indonesia Wafat Hingga Hari Ini, Cek Data Lengkapnya Di Sini
Sementara itu, Ketua Panitia LSF, Ina Pariska, mengatakan LSF tahun ini diikuti 50 UMKM Lokal NTB dan dihadiri oleh 25 Designer Muslim yang berasal dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan NTB.
Acara tersebut disemarakkan dengan beberapa agenda, seperti kajian akbar, talkshow syariah forum, workshop, kuliner halal, fashion show dan beberapa lomba lainnya.
Diketahui, LSF merupakan ajang pengenalan dan pengembangan UMKM, dunia fashion lokal dan pariwisata di NTB.
Tujuan LSF adalah untuk mempromosikan NTB sebagai obyek wisata halal dan memperkenalkan fashion industri produk lokal, memajukan ekonomi kreatif di NTB.
Ina Pariska menambahkan, berkaca dari penyelenggaaan LSF tahun lalu, pihaknya menargetkan transaksi selama event LSF di tahun mencapai Rp 2 miliar. Karena, tahun lalu mencapai Rp 1,7 miliar.
"Terima kasih kepada semua pihak dan terus bersinergi dalam mengembangkan fashion industri di NTB. Meningkatkan perekonomian di NTB,” papar Ina Pariska.***
Editor : Siti Aeny Maryam