LombokPost – Pemerintahan Iqbal–Dinda terus menggenjot revitalisasi dan rehabilitasi jaringan irigasi persawahan.
Langkah ini dinilai penting untuk mendukung program ketahanan pangan dan mewujudkan NTB sebagai daerah swasembada pangan.
"Apalagi ketahanan pangan termasuk dalam program prioritas Pak Gubernur. Ini sejalan dengan NTB sebagai daerah swasembada pangan di Indonesia," kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) NTB Yusron Hadi, Senin (9/6).
Ia mengatakan, Gubernur Iqbal telah mengajukan data rehabilitasi jaringan irigasi di Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Dompu.
Jaringan tersebut mampu mengairi sekitar 40 ribu hektare lahan pertanian.
Usulan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto saat panen raya pada awal April lalu.
"Proposal sudah diajukan ke Kementan (Kementerian Pertanian)," jelas Yusron.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB M Taufieq Hidayat menyebutkan beberapa jaringan irigasi yang diajukan untuk direhabilitasi.
Di antaranya jaringan irigasi di Praya Timur, Lombok Tengah, serta jaringan irigasi Kadindi di Kabupaten Dompu, dan irigasi Maronge serta Santong di Kabupaten Sumbawa.
"Ini semua sudah kami ajukan ke pemerintah pusat. Baik pada saluran primer maupun saluran sekunder," jelas Taufieq.
Data usulan tersebut, kata dia, diperoleh setelah melalui rapat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I.
Pihaknya juga telah mengidentifikasi titik-titik kerusakan saluran irigasi.
Banyak saluran rusak karena dibangun sejak era pemerintahan Presiden Soeharto dan minim perawatan.
"Ya jujur saja karena anggaran kita sangat terbatas. Makanya kami sangat butuh rehabilitasi untuk memaksimalkan pengairan sampai ke 40 ribu hektare sawah," paparnya.
Taufieq menyebutkan, produksi gabah kering giling (GKG) tahun ini mengalami peningkatan menjadi lebih dari 1,5 juta ton.
Jumlah itu naik dari tahun 2024 yang hanya 1,45 juta ton.
Kenaikan produksi tersebut, salah satunya didorong oleh peningkatan luas tanam.
Tahun lalu luas tanam mencapai 282 ribu hektare, sedangkan tahun ini bertambah menjadi 310 ribu hektare.
"Dengan didukung saluran irigasi yang memadai, harapan kami masa tanam padi petani kita bisa lebih banyak lagi," tandas Taufieq.
Editor : Siti Aeny Maryam