Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sektor Pariwisata Jadi Andalan Gubernur Iqbal Tekan Kemiskinan Ekstrem Jadi Nol Persen

Umar Wirahadi • Jumat, 13 Juni 2025 | 16:37 WIB
PANORAMA ALAM: Wisatawan menikmati keindahan panorama alam wisata Sembalun, Lombok Timur. Destinasi pariwisata jadi andalan Pemprov NTB dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.
PANORAMA ALAM: Wisatawan menikmati keindahan panorama alam wisata Sembalun, Lombok Timur. Destinasi pariwisata jadi andalan Pemprov NTB dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.

LombokPost –Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menabuh genderang perang terhadap kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem.

Ia menargetkan angka kemiskinan ekstrem menjadi nol persen pada 2029.

“Saat ini kemiskinan ekstrem masih di angka 2,04 persen. Saya targetkan di 2029 sudah nol persen,” tegas Miq Iqbal, sapaan akrab Lalu Muhamad Iqbal.

Untuk mewujudkan target tersebut, dua strategi disiapkan.

Pertama, memaksimalkan sektor ketahanan pangan.

Selama masa pemerintahannya, pasangan Iqbal–Dinda akan mendorong penguatan sektor pertanian secara menyeluruh.

Mulai dari agroforestri, pertanian, peternakan, hingga agromaritim.

“Berarti di sini perikanan juga akan kita genjot,” ujar Iqbal.

Saat ini, kata dia, sektor pertanian tumbuh positif 10,28 persen. Pertanian juga menyerap 36 persen tenaga kerja di NTB.

Artinya, sektor ini menjadi basis utama penyerapan tenaga kerja.

“Partisipasi angkatan kerja kita juga meningkat dari 73,97 persen pada 2024 menjadi 76,5 persen pada 2025. Artinya, angka pengangguran turun 0,08 poin pada Februari 2025. Ini banyak disumbang dari pertanian,” jelasnya.

Strategi kedua untuk menekan kemiskinan adalah menggenjot sektor pariwisata.

 Baca Juga: Pemprov NTB Garap Serius Peta Jalan Pariwisata NTB

Gubernur Iqbal menargetkan NTB menjadi destinasi wisata kelas dunia dengan kunjungan dalam jumlah besar.

“Bagaimana caranya, salah satunya mendorong MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition, Red). Kita tidak ingin tergantung pada turis yang sifatnya musiman,” papar Iqbal.

Menurutnya, pariwisata NTB tidak bisa hanya bergantung pada kedatangan turis asing yang bersifat musiman.

MEMIKAT WISATAWAN: Wisatawan asing menikmati pantai sambil berjemur di Pantai Pink, Lombok Timur. Pariwisata jadi andalan Pemprov NTB dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem.
MEMIKAT WISATAWAN: Wisatawan asing menikmati pantai sambil berjemur di Pantai Pink, Lombok Timur. Pariwisata jadi andalan Pemprov NTB dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem.

High season biasanya terjadi pada Mei hingga September. Di luar itu, sejumlah destinasi cenderung sepi.

“Sehingga untuk mendukung MICE ini, kita akan memaksimalkan event. Dalam 12 bulan ada event yang kita selenggarakan,” jelasnya.

Dengan memperbanyak event, jumlah kunjungan ke NTB diharapkan terus bertambah.

Ini akan memberikan multiplier effect bagi sektor perhotelan dan UMKM.

“Tamu di hotel akan makin banyak yang menginap. Sehingga okupansi meningkat. UMKM dan usaha kuliner juga untung,” paparnya.

Dalam waktu dekat, NTB akan menjadi tuan rumah Fornas VIII.

Event ini digelar 26 Juli hingga 1 Agustus. Ditargetkan lebih dari 10 ribu pengunjung datang ke NTB.

"Di sektor transportasi juga ada load factor di penerbangan,” tandas Iqbal. (mar/r7)

 

Editor : Pujo Nugroho
#kemiskinan ekstrem #Pertanian #Meeting Incentive Conference and Exhibitions #Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal #Pariwisata