Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Masyarakat Teriak LPG 3 Kilogram Masih Langka di Pasaran

Yuyun Kutari • Senin, 16 Juni 2025 | 07:25 WIB
Gas melon yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, saat ini dikeluhkan karena langka, padahal gas melon ada untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak.
Gas melon yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, saat ini dikeluhkan karena langka, padahal gas melon ada untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak.

Lombok Post - Pasca lebaran Idul Adha, masyarakat masih mengeluhkan kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) atau gas melon. Ariyati Astini, warga Turida Barat, Kota Mataram, merasakan dampak kelangkaan gas melon dalam beberapa hari ini.

“Nggak ada gas melon ini, kemana ya kok susah sekali kita dapat,” katanya, pada Lombok Post Minggu (15/6).

Ia pun sebenarnya tak tinggal diam, bahkan ia mencari sampai mengitari Kota Mataram, mendatangi sejumlah agen bahkan ke pangkalan gas melon, namun hasilnya nihil. Dia pulang dengan tangan kosong. “Sudah keliling tapi sudah habis,” ujarnya.

Begitu juga Dedi, warga Gunungsari Lombok Barat juga mengungkapkan hal senada. Kelangkaan gas melon menyebabkan terjadinya lonjakan harga. Harga Eceran Tertinggi (HET) gas melon adalah Rp 18 ribu, namun harga eceran yang ditemukannya menjadi Rp 22 ribu bahkan sempat menyentuh Rp 25 ribu.

Baik Ariyati maupun Dedi, sama-sama berharap agar pemerintah segera mencari solusi terhadap kondisi ini. Gas melon kini telah menjadi kebutuhan primer masyarakat.

“Ini kan kebutuhan utama untuk masak ya, ayolah pemerintah cepat tanggap terhadap situasi ini,” pungkas Ariyati.

Sekretaris Dinas ESDM NTB Niken Arumdati menyebut usu kelangkaan LPG 3 kg yang terjadi belakangan ini, dipicu oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat pasca lebaran dan perayaan yang menyertainya.

“Begitu situasinya,” kata dia.

Menyikapi hal ini, Dinas ESDM NTB telah berkoordinasi aktif dengan Pertamina Patra Niaga untuk melakukan penambahan fakultatif LPG 3 kg di seluruh kabupaten/kota se-NTB. Khusus untuk Pulau Lombok, saat ini telah disalurkan sebanyak 84.520 tabung LPG 3 kg guna menstabilkan pasokan di lapangan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan membeli LPG sesuai kebutuhan wajar, demi menjaga kelancaran distribusi dan ketercukupan bagi semua pihak,” jelasnya.

Kepala Disdag NTB H Jamaluddin Malady mengatakan berdasarkan hasil koordinasinya dengan Pertamina Patra Niaga, bahwa tidak ada kelangkaan LPG 3 kg tetapi demand dari masyarakat pasca lebaran masih tinggi.

“Aktivitas memasak masih tinggi,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga tetap melakukan penyaluran LPG 3 kg. Kemudian adanya kenaikan harga naik di level pengecer, ditegaskan untuk pangkalan resmi Pertamina Patra Niaga masih sesuai HET SK Gubernur NTB Rp 18 ribu.

Banyak pengecer dari Lombok Barat mencari LPG 3 kg ke Kota Mataram. Sehingga penyaluran ke pengecer ada kenaikan 10 persen dari alokasi pangkalan sesuai peraturan.

“LPG 3 kg harus diprioritaskan untuk rumah tangga atau konsumen akhir dan hari ini (Minggu, Red), Pertamina Patra Niaga menyalurkan extra dropping plus reguler LPG 3 kg,” pungkasnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#Kota Mataram #pertamina patra niaga #lpg 3 kg #gas melon #NTB