LombokPost – Pemerintah Provinsi NTB mengambil peran dalam meredam polemik pariwisata di Teluk Ekas, Lombok Timur.
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menjanjikan kesepakatan tertulis antarwilayah sebagai langkah penyelesaian, sekaligus memastikan kegiatan surfing di kawasan perairan itu tetap berlangsung aman dan tertata.
Langkah tersebut dimulai dengan mengutus Asisten II Setda NTB Lalu Mohammad Faozal untuk turun ke lokasi pada Rabu lalu (18/6).
Faozal telah bertemu pelaku pariwisata bersama Dinas Pariwisata Lombok Timur di Ekas.
Ia juga berkomunikasi dengan Bupati Lotim Haerul Warisin dan Wakil Bupati Lombok Tengah Nursiah.
"Tampaknya sudah ada kesepahaman dan jalan keluar. Minggu depan akan ada pertemuan dengan semua stakeholder untuk membuat kesepakatan tertulis,” tegas Iqbal usai salat Jumat di Kantor Gubernur NTB, Jumat (20/6).
Kesepakatan itu diharapkan menjadi bentuk intervensi Pemprov untuk memperkuat ekosistem pariwisata di selatan Lombok Timur dan Lombok Tengah.
"Kegiatan surfing ini kan memang letaknya di tengah laut. Dan kewenangan provinsi sampai 12 mil laut. Atas dasar itu kita coba memfasilitasi,” paparnya.
Gubernur meminta semua pihak menghentikan polemik tersebut.
Menurutnya, semua memiliki keinginan yang sama memajukan pariwisata NTB, termasuk Bupati Lotim.
“Saya minta untuk menyudahi prasangka dalam kasus ini. Kita pasti bisa mencari solusi bersama. Karena kita semua punya keinginan yang sama untuk membangun pariwisata NTB, termasuk di Teluk Ekas,” tandas Iqbal.
Kabid Kelembagaan Dinas Pariwisata NTB Mawardi menyayangkan tindakan pengusiran yang dilakukan Bupati Lotim Haerul Warisin, atau akrab disapa Haji Iron.
Ia menilai pengusiran boatman yang sedang membawa tamu kurang tepat dan bisa merusak citra pariwisata NTB.
Menurutnya, Bupati seharusnya memanggil dan berdialog jika menemukan kesalahan dari pemandu wisata atau boatman, bukan langsung mengusir hingga memicu kegaduhan publik.
Aksi tersebut pun menjadi sorotan nasional.
"Seharusnya dilakukan dengan cara dialog, mengundang pihak terkait untuk menemukan solusi, bukan begini caranya,” tegas Mawardi.
Ia bersyukur Gubernur Lalu Muhamad Iqbal cepat turun tangan menyikapi persoalan ini.
Diharapkan dalam waktu dekat tercapai kesepahaman bersama soal kegiatan pariwisata, khususnya surfing di Teluk Ekas. (mar/r7)
Editor : Siti Aeny Maryam