LombokPost – Setelah empat tahun hanya menjadi wacana, proyek perbaikan Jalan Simpang Tano akhirnya mulai direalisasikan.
Jalan penghubung menuju pusat Kabupaten Sumbawa Barat ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025.
Menariknya, proyek dengan nilai anggaran Rp 39 miliar ini ditangani pada tahun pertama Lalu Muhamad Iqbal menjabat sebagai Gubernur NTB.
Peninjauan lapangan dilakukan Asisten II Setda NTB Lalu Muhammad Faozal usai mengikuti agenda eskpor jagung di Pelabuhan Badas dan peninjauan RSUD HL Manambai Abdulkadir yang bakal naik jadi Tipe B.
Faozal menegaskan, pengerjaan ruas Simpang Tano–Seteluk kini telah dimulai dan ditargetkan selesai tepat waktu.
“Mudah-mudahan nanti sampai dengan akhir tahun ini sudah selesai,” ujar Faozal kepada wartawan.
Jalan Simpang Tano merupakan jalur vital yang selama ini rusak dan menyebabkan gangguan distribusi komoditas pertanian dan perikanan. Warga sekitar kini menyambut kabar ini sebagai angin segar, setelah bertahun-tahun menanti perbaikan.
Faozal menjelaskan, untuk rincian teknis pelebaran atau spesifikasi konstruksi jalan, hal tersebut menjadi kewenangan Dinas PUPR. “Konstruksinya nanti PU yang akan lebih detail,” katanya.
Meski begitu, dia memastikan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan proyek ini. “Yang saya pastikan, tahun ini Pemprov akan melakukan perbaikan pada ruas jalan ini,” tegasnya.
Perbaikan Jalan Simpang Tano menjadi bukti percepatan pembangunan infrastruktur di masa pemerintahan Lalu Muhammad Iqbal.
Setelah empat tahun pengajuan proyek tidak membuahkan hasil, realisasi justru dimulai di tahun pertama masa jabatannya sebagai Gubernur NTB. ***
Editor : Jelo Sangaji