Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Duka Mendalam Ayah Juliana, WN Brasil yang Meninggal di Gunung Rinjani, "Terbanglah ke Pelukan yang Kekal"

Nurul Hidayati • Kamis, 26 Juni 2025 | 13:12 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Kabar duka menyelimuti keluarga Manoel Marins, seorang warga negara Brasil, setelah putrinya, Juliana, meninggal dunia saat mendaki Gunung Rinjani.

Melalui akun Instagramnya, @manoel.marins.3, Manoel Marins mengunggah sebuah pesan yang sangat mengharukan.

Ia mengungkapkan kesedihan mendalam dan cinta tak terbatas untuk sang putri tercinta.

Dalam unggahan tersebut, Manoel Marins menyebut Juliana sebagai "kecantikanku, hartaku, putriku, cintaku," tulisnya.

Ia mengenang putrinya sebagai sosok yang "selalu sangat istimewa. Ceria, gelisah, dengan senyum yang indah dan keinginan yang besar untuk hidup dengan penuh semangat," tambahnya.

Juliana, menurut ayahnya, adalah pribadi yang selalu mengkhawatirkan orang tuanya. "Kau bilang kau akan merawat kami di masa tua kami, meskipun aku bilang itu tidak perlu, kau harus menjalani hidupmu," tulis Manoel Marins.

 Baca Juga: Akhirnya Pihak Istana Buka Suara Soal Tewasnya Juliana Pendaki Asal Brasil yang Jatuh di Jurang Rinjani

Sang ayah juga menceritakan bagaimana Juliana mewujudkan mimpinya untuk menjelajahi dunia sebagai seorang backpacker.

"Di awal tahun ini kau bilang pada kami bahwa kau akan pergi backpacking sekarang selagi kau muda dan kami mendukungmu," kenangnya. 

Juliana melakukan perjalanan ini dengan sumber dayanya sendiri, menolak tawaran bantuan finansial dari keluarganya.

"Ketika aku bertanya apakah kau ingin kami memberimu sejumlah uang untuk membantu perjalanan itu, kau berkata: tidak pernah. Jadi kau bepergian dengan sumber dayamu sendiri yang kau peroleh sebagai hasil kerja kerasmu. Dan betapa bahagianya kau mewujudkan mimpi ini. Dan betapa bahagianya kami dengan kebahagiaanmu."

Meskipun duka menyelimuti, Manoel Marins menemukan sedikit penghiburan dalam kenyataan bahwa putrinya berpulang saat melakukan hal yang paling disukainya.

"Kau pergi melakukan apa yang paling kau sukai dan itu sedikit menghibur hati kami," ujarnya.

Kehadiran Juliana akan selalu dirasakan oleh keluarga.

"Kehadiranmu tetap ada di rumah kami, di kamarmu, di tempat favoritmu di sofa ruang tamu," tulisnya. 

 

Melalui akun Instagramnya, @manoel.marins.3, Manoel Marins mengunggah sebuah pesan yang sangat mengharukan, mengungkapkan kesedihan mendalam dan cinta tak terbatas untuk sang putri tercinta.
Melalui akun Instagramnya, @manoel.marins.3, Manoel Marins mengunggah sebuah pesan yang sangat mengharukan, mengungkapkan kesedihan mendalam dan cinta tak terbatas untuk sang putri tercinta.

"Kehadiranmu yang luar biasa tetap ada dalam kehidupan orang-orang yang memiliki hak istimewa untuk mengenalmu dan menghabiskan waktu bersamamu. Dan terutama di hatiku, di hati ibumu dan di hati saudara perempuanmu," lanjutan dalam tulisan medsos.

Pesan itu ditutup dengan ucapan perpisahan yang penuh haru dan harapan.

"Terbang, Juju, terbang. Terbanglah ke pelukan yang Kekal yang sedang menunggumu untuk memelukmu selamanya dalam pelukan kasih-Nya yang tak terbatas," tutupnya. 

 Baca Juga: Serbu Instagram Prabowo, Netizen Brasil Salahkan Pemerintah Indonesia atas Meninggalnya Juliana di Rinjani

Ia juga mengungkapkan keyakinan akan pertemuan kembali suatu hari nanti.

"Dan di sini kita akan tinggal, dalam kepastian bahwa kita akan bertemu lagi suatu hari nanti dan melakukan penerbangan paralayang yang kita rencanakan untuk ulang tahunmu. Di surga, Tuhan yang baik akan menyediakan ini untuk kita."

Ungkapan duka ini ditutup dengan kalimat, "Dari mereka yang selalu mencintaimu: ayah, ibu, dan Mari." 

Foto Juliana yang diunggah Sang Ayah di media sosial.
Foto Juliana yang diunggah Sang Ayah di media sosial.

Unggahan ini telah banjir ucapan belasungkawa dari berbagai pihak, menunjukkan simpati yang besar atas kepergian Juliana.

Editor : Kimda Farida
#pendaki #Gunung Rinjani #meninggal dunia #brasil #Juliana