Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Usulan Mengemuka, Rinjani Terlarang untuk Pendaki Pemula

Yuyun Kutari • Selasa, 1 Juli 2025 | 08:05 WIB
TERIMA SARAN DAN MASUKAN: Rapat koordinasi yang digelar Pemprov NTB bersama pihak terkait, di Kantor Gubernur NTB, Senin (30/6), membahas evaluasi pendakian Gunung Rinjani.
TERIMA SARAN DAN MASUKAN: Rapat koordinasi yang digelar Pemprov NTB bersama pihak terkait, di Kantor Gubernur NTB, Senin (30/6), membahas evaluasi pendakian Gunung Rinjani.

Lombok Post - Pemprov NTB duduk bersama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Basarnas, perwakilan Trekking Organizer (TO), pemandu, hingga porter dan pihak terkait lainnya. Membahas evaluasi berbagai hal terkait pendakian di Gunung Rinjani.

“Kami mengevaluasi banyak hal,” tegas Plh Sekda NTB Lalu Mohammad Faozal, usai rapat koordinasi di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Senin (30/6).

Berkaca kasus yang baru terjadi, banyak pihak meminta pemerintah mengevaluasi sistem pendakian. Kemudian sesegera mungkin menyingkapi berbagai pelajaran penting bagi para pendaki, pemandu, dan pengelola taman nasional.

Sorotan itu menuntut pemerintah memberi perhatian serius pada aspek keselamatan dan kesiapsiagaan, apabila terjadi insiden di kemudian hari.

“Kami sangat memahami bagaimana insiden ini harus menjadi bahan evaluasi kami, maka dari rapat ini, setidaknya ada beberapa poin penting yang diserap dari berbagai pihak terkait,” jelasnya.

Dimulai dari perbaikan Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian Rinjani. Urusan sampah, asuransi, aplikasi e-Rinjani, kuota pendakian, lisensi dan sertifikasi TO dan pemandu turut dibahas.

Tak ketinggalan peningkatan kapasitas tim penyelamat, hingga pengarahan keselamatan pendakian.

“Mudah-mudahan nanti pada waktunya, kami akan membahas satu persatu, kami rincikan ini sebaiknya seperti apa dan bagaimana,” ujarnya.

Selama pertemuan itu, ada yang mengusulkan aturan yang boleh mendaki Rinjani adalah orang yang sudah berpengalaman.

Gunung Rinjani, dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut, dikenal memiliki medan yang menantang yang sejatinya tidak direkomendasikan untuk pendaki pemula.

Jalur pendakiannya terdiri dari kombinasi tanjakan curam, turunan terjal, serta trek berpasir dan berbatu yang mudah longsor, terutama di area menuju puncak dan punggungan kawah.

Faozal menyerap masukan tersebut. Artinya, calon pendaki harus secara jujur menilai kemampuan fisik dan pengalaman mendaki mereka.

“Usulan tadi bagus, misalnya orang yang ke Rinjani adalah orang yang punya kualifikasi khusus, kalau yang pemula jangan naik ke Rinjani dulu, sangat berisiko,” kata dia.

“Mungkin taman nasional harus selektif memberikan izin kepada orang mendaki yang memang punya kualifikasi khusus, bukan pemula. Namun ini masih saran yang kami tampung, nanti akan kami detailkan,” tandas Faozal.

Kepala Balai TNGR Yarman mengatakan saran dan kritik yang masuk, menjadi bukti bahwa banyak pihak peduli terhadap Rinjani.

“Kami tak henti-hentinya mengatakan semua ini adalah bahan pembelajaran bagi kami,” ujarnya.

Rencananya, selain SOP, peningkatan kapasitas penyelamatan relawan dan tim Balai TNGR akan ditingkatkan.

Tak kalah penting akan ada pemasangan rambu dan tanda peringatan bahaya di kawasan Rinjani, semisal lokasi tempat jatuhnya Juliana. 

Editor : Akbar Sirinawa
#TNGR #rinjani #Balai Taman Nasional Gunung Rinjani #Pemprov NTB #Juliana Marins