LombokPost - Ratusan masyarakat kembali turun aksi di jalan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Rabu (2/7). Mereka mendesak pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS).
Aksi yang berlangsung sejak siang kembali melumpuhkan aktivitas transportasi dari dan menuju pulau Lombok-Sumbawa.
”Kami mendesak dan berharap pemerintah pusat mendengar aspirasi kami ini, ujar sejumlah orator saat menyampaikan aksinya.
Aksi kali ini terbilang lebih ekstrim. Hampir semua akses dari dan menuju pelabuhan tersebut diblokir massa aksi. Warga pengguna jasa pelabuhan Poto Tano menuju Kayangan demikian sebaliknya. Lumpuh total.
Massa aksi memblokade jalan utama menuju pelabuhan menggunakan portal besi, berugak hingga sampan. Kondisi inipun mengakibatkan kemacetan panjang.
Pengguna jasa yang terganggu karena aksi itupun tak dapat menutupi kekecewaannya. Mereka berharap aksi tersebut segera usai dan akses menuju pelabuhan utama dermaga kembali dibuka.
”Kami mohon maaf atas terganggunya perjalan warga dari pelabuhan ini. Tapi ini bentuk perjuangan kami, langkah konkrit mewujudkan PPS, ujar Arifin, salah seorang orator.
Jika tidak mendapat respons pusat, mereka akan tetap melakukan aksi serupa hingga 5 Juli nanti. Bagi dia, PPS adalah desakan lama yang sudah diidam-idamkan masyarakat Pulau Sumbawa. ”PPS harga mati, tegas mereka lagi.
Bahkan hingga pukul 19.16 Wita, aksi tersebut masih berlangsung dan semakin memanas. Aparat kepolisian yang awalnya mengamankan aksi mengambil tindakan tegas untuk membuka kembali semua akses, termasuk membubarkan massa aksi.
Untuk mengamankan aksi, Polres KSB meminta bantuan dukungan pasukan dari Mapolda NTB. Ratusan personel kepolisian ini ditempatkan sejak semalam sebelum aksi berlangsung.
”Kami harap demo seperti ini tidak sampai mengganggu arus transportasi dari dan menuju pulau Lombok. Karena pelabuhan Poto Tano termasuk salah satu objek paling vital antara dua pulau, ujar sejumlah sopir truk fuso yang sudah menunggu berjam-jam lamanya. (r5)
Editor : Jelo Sangaji