Mandalika International Festival adalah acara tahunan yang diadakan di Lombok NTB yang sudah terdaftar dalam kalender Nasional Kementerian Pariwisata Tahun 2025.
Mandalika International Festival dilaksanakan dengan tujuan untuk mempromosikan pariwisata dan budaya lokal, serta mempererat hubungan antar negara melalui seni dan budaya.
Mandalika International Festival juga menjadi sarana promosi pariwisata dan budaya NTB, khususnya KEK Mandalika, di kancah nasional dan internasional.
Mandalika International Festival menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya lokal NTB yang benar-benar spektakuler, serta pertunjukan dari daerah lain di Indonesia dan negara-negara lain.
Itu sebabnya Mandalika International Festival juga bertujuan untuk mempererat hubungan antar negara melalui seni dan budaya, serta menjadi wadah pertukaran budaya.
Begitu luar biasanya konsep event yang dibangun setiap Mandalika International Festival digelar, sampai-sampai banyak yang bertanya apakah event ini merupakan adopsi dari event yang digelar di kota-kota besar berskala internasional, seperti Jember Fashion Carnaval (JFC), Dieng Culture Festival atau Festiva Danau Toba.
Pasalnya, dari penataan acara hingga konsep pakaian yang digunakan, benar-benar di desain sumper mewah yang mencerminkan ciri khas suku yang ada di Pulau Lombok dan Sumbawa. Hingga siapapun yang melihatnya akan terkesima dan mengakui jika Mandalika International Festival layak disebut event berkelas dunia.
Lalu siapakah sosok brilian dibalik suksesnya pembuatan Mandalika International Festival?
Tapi tak banyak yang tahu, jika pencetus dan perangcang Mandalika International Festival bukan tokoh sembarangan. Dia merupakan Wakil Presiden Asia Pacific Institute for Events Management.
(APIEM), sebuah lembaga bermarkas Inggris yang fokus pada pengembangan profesionalisme dalam industri acara dan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) di kawasan Asia Pasifik.
Bukan itu saja, sosok ini juga merupakan dosen senior di Poltekpar Lombok, dan hebatnya lagi, dia pula yang melahirkan dan menciptakan Jember Fashion Carnaval (JFC), menjadi perencanaan standar penyelenggaraan JFC, sebagai Standar Hospitality Talent JFC serta menjadi Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Kerjasama JFC Periode 2023-2027.
Sosok cerdas tersebut tak lain adalah Direktur Mandalika Internasional Festival (MIF) sendiri yakni Sirajuddin.
Ya, setelah sukses membuat Jember Fashion Carnaval (JFC), Sirajuddin kembali menguji tangan dinginnya menciptakan event promosi untuk NTB bernama Mandalika Internasional Festival.
Sirajuddin yang berhasil ditemui Lombok Post pada Senin (7/6), menceritakan sejarah bagaimana cikal bakal dirinya membangun Mandalika Internasional Festival.
Diceritakan Sirajuddin, Mandalika Internasional Festival terwujud setelah melalui proses yang cukup panjang.
Bermula saat dirinya membuat Jember Fashion Carnaval (JFC) pada tahun 2005. Saat itu Sirajuddin masih mengajar sebagai dosen di Universitas Jember dan di Akademi Pariwisata Jember (1999-2014). Dan dirinya diangkat sebagai Direktur Akademi Pariwsata Jember Tahun 2000-2014.
Saat menggelar Jember Fashion Carnaval pada Tahun 2017, Presiden Joko Widodo datang menghadiri bersama Arief Yahya, Menteri Pariwisata di Kabinet Presiden Jokowi Periode 2014-2019.
"Ketika itu Presiden Joko Widodo menghadiri Jember Fashion Carnaval didampingi Menteri Pariwisata Arief Yahya," ungkap Sirajuddin.
Saat itu Menteri Pariwisata Arief Yahya sempat mengajak ngobrol Sirajuddin dengan pertanyaan asli orang mana?
"Saya jawab, saya asli Bima NTB Pak Menteri," jawab Sirajuddin.
Mendengar ini, Menteri Arief Yahya langsung mengajak Sirahuddin untuk pulang kampung, pindah ke Poltekpar Lombok, supaya bisa membangun pariwisata daerah kelahiran NTB.
"Jadi tahun 2019 saya memutuskan pindah, tapi masih bolak balik, dan setelah urusan administrasi tuntas, tahun 2012 saya mulai aktif mengajar di Poltekpar (Politeknik Pariwisata) Lombok," cerita Sirajuddin.
Sejak pindah ke Lombok, Sirajuddin mulai merancang konsep event untuk NTB yang bisa dijual di skala internasional. Dia ingin NTB juga memiliki kalender event tahunan yang berskala internasional seperti Jember Fashion Carnaval.
"Dari pengalaman membuat Jember Fashion Carnaval, saya berfikir apa yang bisa saya buat event untuk NTB yang berkelas internasional juga, dan saya melihat potensi itu ada, karena NTB lebih besar dari Jember," ungkap Sirajuddin.
Sirajuddin sangat yakin, event NTB akan lebih sukses dan mendunia melebihi Jember Fashion Carnaval, karena NTB kaya budaya dan suku yang khas. Dia pun mengajak dosen dan mahasiswa Poltekpar Lombok untuk terlibat memberi saran tentang konsep event yang akan digunakan.
Langkah pertama, Sirajuddin dan tim pun mulai mencoba mencari nama yang tepat untuk judul event yang akan dibuat kala itu. Nama ini harus kuat agar bisa menjual di pasar internasional.
"Dulu ada beberapa alternatif, mulai dari Senggigi Internasioal Fesrtival, Gili Internasional Festival, lalu Praya Internasional Festival, baru kemudian Mandalika Internasional Fertival," ungkap Sirajuddin.
Tahun 2022 Sirajuddin dan tim menutuskan nama Mandalika Internasional Festival yang digunakan dengan alasan nama itu lebih kuat dan sangat mengangkat.
Sirajuddin dan tim mulai membangun kolaborasi untuk proses lounching dengan para pejabat Poltekpar Lombok, Asosiasi Pariwisata, Perguruan Tinggi di NTB, termasuk mahasiswa dan alumni Poltekpar Lombok.
"Alhamdulillah sejak awal kami merancang, semua Direktur Poltekpar Lombok sangat mendukung, termasuk Direktur Poltekpar yang sekarang Bapak Dr Ali Muhtasom," ungkap Sirajuddin.
Mandalika Internasional Festival pun semakin berkembang dan maju berkat adanya kolaborasi yang lebih meluas, termasuk dengan MGPA dan ITDC sejak 2023 hingga sekarang.
Sirajuddin juga melakukan pendekatan dengan seluruh asosiasi pariwsata yang ada di NTB dan berhasil mendapat dukungan penuh. Diantanya dari ICCA NTB, ASITA NTB, Astino NTB, PHRI NTB, BPPD NTB, IVENDO NTB serta Dinas Pariwisata NTB.
"Saat itu saya juga berkoordinasi dengan tokoh Sasak Mamiq Lalu Saibi dan Sanggar Tari Rahayu," ungkap Sirajuddin.
Wal hasil Tahun 2023, Mandalika Internasional Fertival berhasil dilouncing sekaligus MIF pertama, dimana Kampus Poltekpar Lombok ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan.
"MIF 2023 sebagai tonggak yang pertama, kami adakan pada 23-25 Oktober 2023," ucap Sirajuddin.
Tahun pertama diikuti oleh peserta dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia dan dua perwakilan negara asing, yaitu UK dan Afrika. Selain itu, ada juga perwakilan dari Filipina, Thailand, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam yang secara kebetulan mengikuti acara Konferensi ASEAN di Poltekpar Lombok.
Pada tahun kedua yakni 2024, Mandalika Internasional Festival menampilkan lebih banyak peserta dari dalam dan luar negeri. Sebanyak 17 negara dan 22 kabupaten/kota ikut berpartisipasi.
Untuk tahun 2025, Mandalika Internasional Festival akan menggandeng Jember Fashion Carnaval (JFC), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), serta berbagai pihak terkait lainnya.
Mandalika Internasional Festival juga akan menampilkan pertunjukan Nusantara dan Internasional, dengan konfirmasi peserta dari Singapura, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.
Tak hanya tampil, 5 negara di Asian yang hadir dan mengisi acara akan diajak ikut terlibat menjadi panitia.
"Akan kita tempatkan di beberapa seksi kepanitiaan, supaya lebih mengenal kultur NTB" ungkap Sirajuddin.
Sirajuddin menjelaskan, persiapan event Mandalika Internasional Festival 2025 sudah dimulai sejak Januari. Pihaknya sudah melakukan audensi dengan pemerintah pusat maupun daerah.
"Kami telah audensi dengan Kemenpar, Kemenkraf, Menteri Ekonomi, Menteri Luar Negeri dll dan juga Gubernur NTB," ungkap Sirajuddin.
Saat audensi dengan Gubernur NTB, Sirajuddin menyampaikan jika H Lalu Muhamad Iqbal sangat antusias dan menyampaikan dukungan penuh Pemprov.
Pak Gubernur NTB menilai even ini menarik dan berharap berkelanjutan. Dan beliau juga setuju jika MIF dilaksanakan di Mandalika supaya kapasitas lebih besar dan penonton yang datang juga lebih banyak.
"Pak Gubernur juga berjanji akan melibatkan semua stakeholder dalam event ini, bahkan Gubernur menyampaikan kesediaanya sebagai dewan penasehat dalam MIF," ungkap Sirajuddin.
Yang menarik dari Mandalika Internasional Festival adalah adanya sesi Internasional Talkshow On Event Tourism yang membahas soal strategi mengembangkan dan mengkreasi pulau-pulau kecil di Lombok Sumbawa supaya bisa untuk kegiatan kreasi event dan pariwisata".
Yang menjadi pembicara dalam Talkshow ini bukan orang sembarangan, melainkan para ahli dari utusan Australia, inggris Malaysia, Thailand dan dan Indonesia yang wakilkan oleh Gubernur NTB sebagai pembuka.
Selanjutnya Sirajuddin menjelaskan, akan hadir di Mandalika International Festival utusan dari beberapa negara ASEAN dan puluhan wakil daerah kabupaten/kota. Mereka datang bukan sebagai penonton, tapi juga bertidak sebagai pengisi acara dengan menampilkan kesenian andalan masing-masing.
Puluhan kegiatan akan digelar dalam Mandalika International Festival, mulai dari MIF song, MIF Fashion, MIF dance, MIF Fashion hingga Nusantara Show.
Selain itu ada pula APIEM UK Event Proposal design, Ntumbu dan Tari Soka, Mandalika International Seminar Nyale Rimpu Sumbawa, Presean and Gendang Beleq Performance, International show, videos & photos competition, Mandalika & Samota Talkshow, culinary expo, bazar dan lain sebagainya.
Bisa dibayangkan bagaimana meriahnya event berskali internasional ini. Dan hebatnya lagi, event ini tidak mengandalkan dana pemerintah pusat mau pun daerah. Jadi murni dana dari kas penyelenggara dan juga para sponsor.
Sirajuddin menambahkan, ke depan pihaknya akan menjadikan Mandalika Internasional Festival sebagai trademark bagi NTB dan Indonesia.
Editor : Siti Aeny Maryam