Ungkapan Terima Kasih kepada ADAKSI
Oleh: Dr. M. Halqi
(Anggota Adaksi Korwil NTB)
Setelah penantian panjang dan harap-harap cemas dari para dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Indonesia, akhirnya kabar baik itu datang juga: Tunjangan Kinerja (Tukin) dosen ASN resmi cair.
Kabar ini menjadi angin segar, bukan hanya secara finansial, tetapi juga secara psikologis bagi ribuan dosen yang selama ini terus mengabdi dan menjalankan tri dharma perguruan tinggi dengan penuh dedikasi.
Namun, dibalik kabar gembira ini, penting untuk menyoroti satu entitas yang selama ini konsisten memperjuangkan hak-hak dosen ASN, yakni ADAKSI (Aliansi Dosen Akademik dan Kevokasian Seluruh Indonesia) dosen ASN dibawah kemdiktisaintek.
Organisasi ini telah membuktikan bahwa kerja kolektif, komunikasi yang konstruktif dengan kementerian terkait, serta advokasi yang berkelanjutan adalah kunci dari tercapainya hak-hak yang sempat tersendat.
Selama beberapa bulan terakhir, ADAKSI secara intensif melakukan koordinasi, menyampaikan aspirasi dosen ASN ke Kementerian PAN-RB, Kemenkeu, dan Kemendiktisaintek.
Mereka tidak hanya mendesak agar tukin segera dicairkan, tetapi juga menekankan pentingnya keadilan dan transparansi dalam pengelolaan hak keuangan dosen ASN yang tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri dan lembaga pendidikan tinggi keagamaanHamzanwadihBaca Juga: Universitas Hamzanwadi dan Mitra Jepang Buka Pintu Dunia untuk Mahasiswa Pariwisata
Pencairan tukin ini bukan sekadar tentang nominal uang. Ini adalah bentuk pengakuan negara atas kerja keras dosen ASN yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan tinggi, riset, dan pengabdian masyarakat.
Dalam konteks ini, perjuangan ADAKSI menjadi inspirasi tentang bagaimana suara kolektif bisa menjadi kekuatan perubahan yang nyata.
Tentu saja, pencairan ini tidak serta-merta membuat semua persoalan selesai.
Masih banyak PR ke depan: mulai dari penyamaan nilai tukin yang adil antar kementerian, hingga regulasi yang lebih akomodatif terhadap kesejahteraan dosen ASN. Namun, setidaknya, hari ini kita bersyukur.
Alhamdulillah tukin cair, dan kita patut mengapresiasi peran ADAKSI yang telah bekerja keras, tanpa lelah, demi memperjuangkan kesejahteraan anggotanya.
Terima kasih kepada Pengurus Pusat ADAKSI yang terus membangun sinergi dan kolaborasi. Ada Dr Fatimah dan Mas Anggun yang selalu menjadi garda depan membangun kebersamaan ini, demikian juga kepada teman-teman yang selalu sedia setia memberi suport yang luar biasa.
Ke depan, kita berharap agar sinergi antara pemerintah, rektorat, dan asosiasi dosen terus terjaga dengan baik.
Karena dosen yang sejahtera adalah prasyarat utama bagi pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing global.
Editor : Prihadi Zoldic