LombokPost - Nusa Tenggara Barat (NTB) disebut akan segera memiliki jalan tol pertama dengan konsep port to port.
Jalan tol di NTB ini akan menghubungkan dua pelabuhan yang ada di Lombok Barat dan Lombok Timur yakni Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Kayangan.
Disebutkan jika jalan tol port to port di NTB ini akan memiliki panjang hingga mencapai 81 kilometer.
Pembangunan jalan tol port to port di NTB ditaksir akan menelan anggaran yang cukup fantastis yakni sebanyak Rp22 triliun.
Saat ini rencana pembanguna jalan tol pertama di NTB dengan konsep port to port ini masih dalam kajian.
Komisi IV DPRD Provinsi NTB baru-baru ini melakukan rapat konsultasi dengan Ditjen Bina Marga Kementerian PU terkait pembangunan jalan tol di NTB.
Pertemuan Komisi IV DPRD Provinsi NTB dengan Ditjen Bina Marga Kementerian PU ini merupakan bentuk keseriusan terkait pembangunan jalan tol port to port di NTB.
Ditjen Bina Marga Kemterian PU telah mengkaji rencana pembangunan jala tol di NTB yang akan menelan anggaran fantastis ini.
Dari hasil kajian tersebut, ternyata pembangunan jalan tol port to port di NTB tidak hanya membutuhkan anggaran Rp20 triliun saja namun juga lamanya pemabngunan.
Pembangunan jalan tol port to port di NTB diperkirakan akan membutuhkan waktu yang lama yakni mencapai 5 tahun.
Di lain sisi, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan pandangan terkait pembangunan jalan tol pertama di NTB.
Menurut Gubernur Lalu Iqbal, pembangunan bypass Sengkol-Kayangan lebih realistis dibandingakn dengan jalan tol port to port.
Rencana pembangunan bypass Sengkol-Kayangan juga telah disampaikan Komisi IV DPRD Provinsi NTB kepada Dinas PUPR Provinsi NTB.
Rencana pembangunan bypass Sengkol-Kayangan tersebut sudah dijabarkan dalam rapat lanjutan Komisi IV DPRD Provinsi NTB dengan Dinas PUPR Provinsi NTB.
Pembangunan bypass Sengkol-Kayangan dinilai lebih realistis daripada pembanguna jalan tol di NTB lantaran panjang dan anggaran yang diperlukan.
Pembangunan bypass Sengkol-Kayangan diperkirakan akan membutuhkan anggaran sebesar Rp2,5 triliun.
Anggaran tersebut dapat dilakukan dengan sistem sharing antaran APBN dengan APBD Provinsi NTB.
Selain itu panjang bypass Sengkol-Kayangan juga lebih pendek dibandingkan dengan jalan tol port to port Lembar-Kayangan.
Bypass Sengkol-Kayangan direncanakan akan dibangun dengan panjang 50 kilometer.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi NTB Sudirsah Sujanto menjelaskan kesiapan Pemprov NTB terkait pembangunan bypass Sengkol-Kayangan.
Dinas PURP Provinsi NTB bahkan sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar yang akan digunakan untuk studi kelayakan atau feasibility study (FS).
Melihat keseriusan rencana pembanguan infrastruktur tersebut, Komisi IV DPRD Provinsi NTB memerikan dukungan penuh.
Pembangunan bypass Sengkol-Kayangan dapat menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan di jalur Mataram-Kayangan.
Seperti yang diketahui jalan nasional di NTB yakni Mataram-Kayangan semakin memprihatinkan dengan kemacetan yang semakin parah.
Akibat kemacetan tersebut, waktu tempuh Lembar-Kayangan dapat memakan waktu mencapai 3 sampai 4 jam.
Untuk itu, pembangunan bypass Sengkol-Kayangan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan di jalan nasional NTB tersebut selain jalan tol port to port.***
Editor : Siti Aeny Maryam