LombokPost--Sebanyak 14 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) NTB resmi mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) Angkatan XI hingga XV Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan ini digelar secara virtual dan diikuti oleh total 852 peserta dari seluruh Indonesia, Selasa (5/8).
Pembukaan Latsar dilakukan secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Nico Afinta, yang menekankan bahwa menjadi ASN bukan hanya pekerjaan, melainkan jalan hidup dalam pengabdian kepada bangsa.
“Saya ucapkan selamat kepada seluruh peserta. Latsar ini adalah langkah awal dalam perjalanan panjang sebagai ASN. ASN bukan hanya profesi, tapi sebuah pilihan hidup untuk mengabdi,” ujar Nico dalam sambutannya.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum NTB Siap Sukseskan Anugerah Legislasi Daerah 2025
Ia juga mengingatkan pentingnya netralitas dan profesionalisme ASN sesuai Undang-Undang.
“ASN harus netral, profesional, dan berintegritas. Kementerian Hukum adalah garda terdepan dalam pelayanan hukum kepada masyarakat,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Pusat Pengembangan Pelatihan Teknis dan Kepemimpinan BPSDM Hukum, Mutia Faridah, menyampaikan bahwa pelatihan ini berlangsung selama 81 hari menggunakan metode Distance Learning.
Para peserta akan dibimbing oleh para widyaiswara, pejabat tinggi Kemenkumham, dosen Poltekip, serta pejabat fungsional lainnya.
Dari NTB, Kakanwil Kemenkum NTB, I Gusti Putu Milawati, bersama Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Anna Ernita, dan Kabag TU, Muhamad Amin Imran, turut menghadiri kegiatan ini secara daring.
Di akhir kegiatan, Kakanwil memberikan arahan langsung kepada para CPNS agar memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal.
“Jadikan pelatihan ini sebagai pondasi untuk menjadi ASN berintegritas dan siap melayani. Bawa nama baik Kemenkumham di mana pun kalian bertugas,” tegas Milawati.
Pelatihan ini diharapkan mampu mencetak ASN yang tak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki karakter tangguh dan etos kerja tinggi dalam memberikan pelayanan publik berkualitas.
Editor : Kimda Farida