LombokPost - Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB Ahmad Nur Aulia, memberikan tanggapan atas pesan salah satu tokoh nasional Tantowi Yahya. Pesan itu disampaikan Tantowi saat berlibur ke Senggigi, Lombok Barat belum lama ini.
Menurut Aulia, pesan tersebut bukan hanya bersifat personal, melainkan sebuah seruan kolektif. Ditujukan untuk semua pihak yang terlibat dalam pengembangan sektor pariwisata di NTB. Mulai dari pemangku kebijakan hingga pelaku industri dan masyarakat luas.
"Pesan khusus dari Pak Tantowi Yahya kepada gubernur NTB merupakan pesan dari seorang sahabat. Keduanya telah lama saling mengenal dan memiliki wawasan global, mengingat mereka pernah bersama-sama menjalankan tugas negara sebagai duta besar,” terangnya, Minggu (10/8).
Menurut Aulia, baik Tantowi Yahya maupun Gubernur Lalu Muhamad Iqbal memiliki pandangan yang sama terkait besarnya potensi pariwisata di NTB. Provinsi ini dinilai memiliki daya tarik pariwisata yang sangat lengkap.
Mulai dari keindahan alam, kekayaan budaya, hingga kearifan lokal masyarakatnya. Potensi ini, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi penggerak utama ekonomi daerah.
Dalam visi dan misi kepala daerah, sektor pariwisata telah ditetapkan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Hal ini diwujudkan melalui program pengembangan pariwisata berkualitas. Bertujuan menjadikan NTB sebagai destinasi kelas dunia.
Program ini mencakup berbagai aspek penting yang dirancang untuk meningkatkan kualitas industri pariwisata di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. "Sektor pariwisata diarahkan untuk menghadirkan destinasi-destinasi berkelas dunia melalui program pengembangan pariwisata yang berkualitas,” tegas pria yang juga plt kepala Dishub NTB tersebut.
Aulia membeberkan program tersebut mencakup enam fokus utama. Yakni, penataan dan pengembangan destinasi, termasuk perbaikan aksesibilitas dan konektivitas transportasi. Kemudian penguatan kelembagaan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata.
Berikutnya peningkatan efektivitas pemasaran pariwisata yang lebih strategis dan berkelanjutan. Menyusul peningkatan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat, melalui edukasi dan pendekatan inklusif.
Tak kalah penting, pemanfaatan digitalisasi untuk efisiensi layanan dan promosi destinasi. Serta mitigasi dan penanganan kondisi darurat, serta upaya pemulihan citra pariwisata pasca-krisis. "NTB memiliki modal yang kuat karena pengalaman panjang di sektor pariwisata. Tinggal bagaimana kita bersama-sama meningkatkan kualitasnya sesuai tren pasar pariwisata global yang kini menuntut keberlanjutan dan keaslian pengalaman," ujarnya.
Aulia juga menjelaskan langkah konkret yang tengah ditempuh Gubernur Iqbal. Misalnya dengan menemui dan berdiskusi bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi.
Hal tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata. Beberapa poin penting yang dibahas seperti peningkatan frekuensi penerbangan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Itu untuk mendukung mobilitas wisatawan, pengembangan industri pelayaran dan logistik yang terintegrasi dengan sektor pariwisata. Serta penguatan integrasi moda transportasi darat untuk meningkatkan konektivitas antar destinasi.
Namun, ia menyadari setiap langkah pengembangan tentu tidak lepas dari tantangan dan hambatan. Karena itu, ia menekankan pentingnya pengawalan bersama terhadap realisasinya. "Realisasi program ini perlu terus kita kawal bersama, dalam pariwisata berkualitas selain angka kunjungan. Poin utamanya adalah kontribusi sektor pariwisata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” tandasnya.
Sebelumnya, Tantowi Yahya menyoroti kendala utama yang masih dihadapi Lombok saat ini yakni konektivitas antarwilayah. Serta menekankan pentingnya promosi yang gencar, terutama untuk destinasi-destinasi di NTB, seperti Senggigi dan gili.
Editor : Jelo Sangaji