Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, sebanyak 100 bibit terumbu karang ditanam sebagai aksi nyata menjaga ekosistem laut sekaligus mendorong ekonomi berbasis pariwisata, Sabtu (9/8).
Aksi konservasi ini merupakan kolaborasi antara Kantor Pajak Mataram Timur, Kanwil DJP Nusa Tenggara, Pemprov NTB, Polairud Polres Lombok Utara, Universitas Mataram, serta Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Pandanan.
Kegiatan dibuka Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB Muslim mewakili gubernur NTB.
Muslim mengatakan, kerja sama lintas instansi, akademisi, dan masyarakat mencerminkan sinergi positif demi tercapainya konservasi laut berkelanjutan.
Kepala Kantor Pajak Mataram Timur Ruseno Hadi menegaskan penanaman terumbu karang memiliki dua tujuan besar.
“Selain menjaga kelestarian habitat laut, aksi ini juga wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan ke-80 dan pembangunan yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Data tahun 2024 mencatat, sektor akomodasi menyumbang Rp 51,46 miliar atau 13,49 persen dari penerimaan Kantor Pajak Mataram Timur.
Dengan ekosistem laut yang sehat, sektor pariwisata diproyeksikan terus tumbuh, meningkatkan kesejahteraan warga lokal.
Sementara itu, Kakanwil DJP Nusa Tenggara Samon Jaya erpesan agar pembangunan sarana-prasarana pariwisata terus ditingkatkan sehingga wisatawan semakin nyaman.
Ia juga mengajak wajib pajak untuk patuh agar pembangunan berjalan lancar.
Dengan mengusung tema “Bersatu Menjaga Taman Laut Pandanan, Mewujudkan Rakyat Sejahtera”, kegiatan berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 13.00 Wita.
Rangkaian acara dimulai dengan aksi bersih sampah laut, pengibaran bendera merah putih di pantai dan bawah laut, penanaman terumbu karang, hingga lomba kemerdekaan.
Secara keseluruhan, sinergi instansi pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat pesisir ini bukan sekadar seremoni.
Lebih dari itu, aksi ini adalah investasi jangka panjang bagi kelestarian laut dan peningkatan ekonomi pesisir Lombok Utara. (*)
Editor : Marthadi