LombokPost - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) NTB mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di wilayah pesisir Lombok dan Bima.
“Ini berlaku mulai 22 Agustus pukul 08.00 WITA hingga 24 Agustus pukul 20.00 WITA,” terang Kepala Stasiun Meteorologi ZAM Satria Topan Primadi, Kamis (21/8).
Peringatan ini disampaikan BMKG, seiring dengan potensi pasang maksimum air laut yang dapat mencapai lebih dari 1,7 meter di beberapa wilayah.
Dalam prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG untuk dua wilayah utama, yaitu Lembar di Lombok Barat dan Sape di Bima, disebutkan bahwa kondisi cuaca pada umumnya diprediksi cerah berawan hingga hujan ringan, dengan arah angin dominan dari tenggara hingga selatan dan kecepatan berkisar antara 5 hingga 20 knots.
Di wilayah Lembar, tinggi gelombang laut diperkirakan antara 0,5 hingga 2,5 meter, dengan waktu pasang maksimum terjadi antara pukul 09.00 hingga 11.00 WITA.
Sementara di wilayah Sape, tinggi gelombang laut berkisar 0,1 hingga 2,0 meter, dan pasang maksimum diprediksi terjadi antara pukul 10.00 hingga 13.00 WITA.
“Kami telah mengidentifikasi sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob akibat fenomena pasang laut maksimum tersebut,” jelasnya.
Di wilayah Lombok, daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok.
Sementara di Pulau Sumbawa, wilayah terdampak meliputi Sumbawa dan Labuhan Badas. Di wilayah Bima, banjir rob diperkirakan dapat memengaruhi daerah Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.
Dengan ini, BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar pesisir, bantaran sungai, serta wilayah dataran rendah untuk tetap waspada dan siaga, terutama pada jam-jam pasang maksimum.
Risiko yang bisa ditimbulkan antara lain genangan air, kerusakan ringan infrastruktur pesisir, dan gangguan aktivitas nelayan serta pelayaran. “Kami meminta masyarakat untuk tidak panik namun tetap memperhatikan informasi resmi dari kami BMKG, serta terus memantau pembaruan kondisi cuaca dan gelombang laut melalui kanal resmi BMKG,” tandasnya.
Editor : Redaksi Lombok Post