Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

70 Hektare Lahan di Savana Propok Kawasan Rinjani Terbakar, Api Berhasil Dijinakkan

Yuyun Kutari • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 05:00 WIB
Tim gabungan berjibaku melakukan upaya pemadaman kebaran di Savana Propok Kawasan Rinjani, Kamis (22/8).
Tim gabungan berjibaku melakukan upaya pemadaman kebaran di Savana Propok Kawasan Rinjani, Kamis (22/8).

LombokPost - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), tepatnya di wilayah Savana Propok, Resor Aikmel, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) II Lombok Timur, Desa Bebidas. Kebakaran ini terjadi pada Kamis (21/8), dan baru berhasil dipadamkan keesokan harinya, Jumat (22/8).

Yarman selaku kepala Balai TNGR mengungkapkan api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 13.00 WITA oleh pengunjung yang sedang berada di kawasan wisata non-pendakian Bukit Gedong.

“Menyikapi hal tersebut, tim gabungan yang terdiri dari petugas Balai TNGR, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta kelompok masyarakat pengelola kawasan Savana Propok dan Bukit Gedong, segera bergerak melakukan upaya pemadaman,” jelasnya.

Sebanyak 23 personel dikerahkan dalam upaya pemadaman di hari pertama. Namun, medan yang terjal serta kondisi yang semakin gelap karena memasuki malam hari membuat proses pemadaman tidak bisa dilanjutkan secara maksimal. Api masih terus membakar lahan hingga malam.

“Tim mengalami kendala karena lokasi kebakaran berada di area yang cukup sulit dijangkau. Selain itu, cahaya yang minim membuat pemadaman malam hari menjadi tidak memungkinkan secara maksimal,” jelasnya.

Kemudian, upaya pemadaman dilanjutkan dengan melibatkan 18 personel, pada Jumat (22/8). Setelah melalui proses pemadaman lanjutan tersebut, akhirnya pada pukul 11.30 WITA, api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Adapun vegetasi yang terdampak kebakaran meliputi berbagai jenis tanaman khas savana, seperti semak belukar, perdu, rumput kering, serta sejumlah pohon seperti bakbakkan dan cemara gunung. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 70 hektare.

Meski api telah padam, Balai TNGR memastikan bahwa pemantauan di lapangan terus dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru. Pemantauan ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi lanjutan agar kebakaran tidak meluas atau kembali terjadi di kawasan sekitarnya.

“Kami mengimbau seluruh pengunjung, khususnya yang berada di kawasan non-pendakian seperti Bukit Gedong dan Savana Propok, untuk selalu berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membuat api unggun tanpa pengawasan,” tegas Yarman.

Kawasan Savana Propok sendiri merupakan salah satu destinasi wisata alam yang cukup populer di Lombok Timur, terutama bagi wisatawan yang menyukai pemandangan padang rumput dengan latar belakang Gunung Rinjani.

"Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat penting akan perlunya kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian alam, dan hutan dari ancaman kebakaran yang semakin sering terjadi, terutama di musim kemarau," tandasnya. 

Editor : Redaksi Lombok Post
#rinjani #titik api #Balai Taman Nasional Gunung Rinjani #Savana Propok #Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)