LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pihaknya tetap dalam kondisi siaga penuh. Hal itu menyikapi kemungkinan aksi unjuk rasa berpotensi masih berlanjut hingga 5 September.
Hal ini juga sesuai dengan arahan langsung dari Mendagri Tito Karnavian. Kepala daerah diminta tidak lengah dalam menjaga stabilitas daerah.
“Jangan lengah atau abai meskipun telah berhasil melakukan proses konsolidasi,” ujar Gubernur Iqbal, Selasa (2/9).
Meskipun situasi saat ini sudah mulai kondusif, potensi gangguan masih harus terus diantisipasi melalui konsolidasi berkelanjutan.
Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kedamaian, serta tidak mudah terprovokasi isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Pemprov NTB bersama jajaran Forkopimda akan terus memperkuat koordinasi guna memastikan keamanan terjaga. “Kita harus dan tetap melakukan konsolidasi lagi dan antisipasi,” tandasnya.
Kapolresta Mataram Kombespol Hendro Purwoko mengungkapkan status ibu kota NTB saat ini dalam situasi kondusif. Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Jika ada informasi yang diragukan, sebaiknya langsung mengkonfirmasi kepada pihak kepolisian,” jelasnya.
Kepada massa aksi, Polresta Mataram mempersilakan menyuarakan aspirasi, tapi dilakukan dengan tertib.
“Mulai dari proses pemberitahuan hingga pelaksanaan aksi, kami siap melakukan pengamanan. Namun kami tekankan, aksi sebaiknya dilakukan secara damai, tertib, dan tanpa tindakan anarkis,” kata dia.
Baca Juga: PGA Mataram Imbau Warga Jaga Kondusivitas Pasca Demo Ricuh di DPRD NTB
Mataram saat ini masih berada pada level hijau. Hendro menegaskan penting untuk dipahami, peningkatan status dari hijau ke kuning, dan selanjutnya ke merah, dilakukan secara bertahap berdasarkan eskalasi di lapangan.
“Ini semua mengikuti SOP, ketentuan, dan tahapan yang telah ditetapkan oleh kapolri,” ujarnya.
Saat ini Polresta Mataram melakukan langkah-langkah antisipasi sesuai prosedur. Langkah tegas dan terukur pun akan diterapkan sesuai tahapan tersebut.
Dirinya juga turut meluruskan, status siaga satu berlaku untuk petugas keamanan, bukan untuk masyarakat umum. Artinya, seluruh personel disiagakan dan siap digerakkan kapan pun diperlukan. Masyarakat tetap bisa beraktivitas seperti biasa.
“Siaga satu bagi personel dimaksudkan agar anggota tidak keluar dari wilayah Kota Mataram, sehingga mudah dikonsolidasikan saat dibutuhkan. Ini adalah bagian dari upaya kami menjaga stabilitas keamanan daerah,” pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa