Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Maksimalkan Realisasi Belanja, PUPR Kebut Perbaikan Jalan Provinsi

Umar Wirahadi • Jumat, 5 September 2025 | 18:05 WIB
Pekerja melakukan cutting aspal yang rusak dan berlubang di ruas jalan provinsi Rembiga-Pemenang, Rabu (3/9). DPRD mendorong PUPR untuk mengebut belanja perbaikan jalan dan infrastruktur.
Pekerja melakukan cutting aspal yang rusak dan berlubang di ruas jalan provinsi Rembiga-Pemenang, Rabu (3/9). DPRD mendorong PUPR untuk mengebut belanja perbaikan jalan dan infrastruktur.

LombokPost – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB melalui Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Wilayah Pulau Lombok terus mengebut perbaikan jalan provinsi rusak.

Saat ini instansi itu melakukan pemeliharaan di dua jalan provinsi sekaligus.

Yaitu ruas Rembiga-Pemenang sepanjang 21,64 kilometer. Ruas ini menghubungkan Kota Mataram menuju Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Jalan lainnya adalah ruas Lembar-Sekotong-Pelangan di Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Ruas jalan ini panjangnya 41 kilometer.

"Bentuk pekerjaan di dua ruas provinsi ini berupa pemeliharaan jalan," kata Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Wilayah Pulau Lombok Kusnadi, Rabu (3/9).

Di ruas Rembiga-Pemenang menunjukkan banyak titik jalan rusak di sepanjang jalan. Seperti jalan berlubang dan bergelombang.

Juga terjadi penurunan konstruksi badan jalan karena tingginya volume dan tonase kendaraan yang melintasi jalan provinsi tersebut.

Pekerja pun melakukan cutting aspal yang rusak dan berlubang. Aspal yang berlubang lantas ditimbun dengan hotmix di atasnya.

"Penanganan berupa patching atau penutupan lubang jalan. Badan jalan yang berlubang kita bongkar dan tutup dengan hotmix," ujar Kusnadi.

Penanganan berikutnya berupa pelebaran bahu jalan dengan pengecoran beton. Seperti diketahui, kawasan Pusuk terkenal dengan banyaknya spot tikungan tajam dan bahu jalan yang sempit.

Ini menyulitkan kendaraan untuk bermanuver dari dua arah. Dengan pengecoran bahu jalan ini akan memudahkan kendaraan untuk manuver dari dua arah.

"Kita akan lebarkan bahu jalan dengan cara dicor," jelas Kusnadi.

Petugas Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Wilayah Lombok melakukan perawatan di ruas jalan provinsi Lembar-Sekotong-Pelangan, Kabupaten Lombok Barat (Lobar).
Petugas Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Wilayah Lombok melakukan perawatan di ruas jalan provinsi Lembar-Sekotong-Pelangan, Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

Diharapkan pekerjaan di ruas Rembiga-Pemenang bisa tuntas pada Oktober nanti.

Adapun pekerjaan di ruas jalan Lembar-Sekotong-Pelangan, yang ditangani berupa perawatan ruang milik jalan (Rumija).

Juga dilakukan pembersihan saluran serta pembersihan gorong-gorong. Pekerjaan dilakukan dari KM 21+000 sampai dengan KM 61+930 (STA 0+000 sampai dengan 40+930).

Selain itu, saluran dan gorong-gorong kondisinya banyak tertimbun material dari longsoran bukit. Kondisi itu kerap memicu banjir saat musim hujan.

Apalagi di sepanjang provinsi tersebut sangat minim saluran yang memadai. Sehingga air hujan dari atas bukit dengan mudah menggenangi badan jalan.

"Ini sudah lama menjadi keluhan. Sehingga saat ini kami lakukan pembersihan dan pemeliharaan saluran," papar Kusnadi.

Perbaikan sporadis juga dilakukan berupa tambal sulam di sejumlah titik jalan yang berlubang di ruas Lembar-Sekotong-Pelangan.

"Tentu pekerjaan ini kami sesuaikan dengan anggaran yang ada," imbuhnya.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTB Sambirang Ahmadi mendorong Dinas PUPR NTB untuk terus menggenjot belanja. Mulai dari belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi.

"Belanja Dinas PUPR termasuk yang rendah pada semester pertama," kata Sambirang.

Hingga Juni lalu, progres belanja Dinas PUPR NTB baru 8,27 persen. Dari total anggaran Rp 571,5 miliar tahun ini, yang sudah terserap pada semester pertama baru Rp 47,2 miliar.

Yang paling minim terlihat pada belanja modal infrastruktur jalan, jaringan dan irigasi. Dianggarkan Rp 125,5 miliar, yang baru terealisasi hanya Rp 1,4 miliar. Atau hanya 1,15 persen.

"Padahal belanja modal ini berdampak langsung ke masyarakat," tegasnya.

Disampaikan, saat inilah waktu yang tepat untuk melakukan pekerjaan fisik. Khususnya perbaikan jalan dan infrastruktur. Karena masih musim kemarau.

Jika belanja dikebut di akhir tahun anggaran, akan berpengaruh pada kualitas pekerjaan. Selain itu, harga material dan jasa tukang melonjak karena permintaan tinggi.

Dan kalau pekerjaan tidak selesai sampai 31 Desember 2025, proyek tidak bisa dibayarkan. Sehingga akan jadi utang jangka tahun depan.

"Makanya kami mendorong terus agar pekerjaan fisik jalan dan infrastruktur digenjot bulan-bulan ini," papar politisi PKS itu. (mar/r2)

Editor : Pujo Nugroho
#sambirang ahmadi #Kusnadi #Infrastruktur #Realisasi Belanja Daerah #jalan provinsi rusak #Dinas PUPR NTB