LombokPost - Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappeda NTB Firmansyah mengatakan telah diperkenalkan Sistem Informasi Desa Berdaya. Hal itu untuk memastikan fondasi pembangunan desa berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran.
“Kami melakukan sosialisasi, hadir dari perwakilan OPD terkait, serta seluruh camat, lurah, dan kepala desa,” terangnya.
Sistem Informasi Desa Berdaya adalah situs resmi yang dirancang Bappeda NTB.
Dihajatkan menjadi terobosan penting untuk mengelola data dan usulan pendanaan dari desa.
“Dengan adanya sistem ini, pemprov bisa menghimpun pemetaan awal mengenai potensi dan permasalahan yang dihadapi oleh desa,” ujarnya.
Tahap awal, sistem ini akan menargetkan pemetaan dan pengumpulan usulan dari 106 desa kantong miskin ekstrem.
“Sesuai arahan bapak gubernur, Program Desa Berdaya secara bertahap menyasar desa-desa di NTB. Tapi lebih dulu untuk desa kategori miskin ekstrem,” kata dia.
Nantinya, data yang terhimpun akan menjadi landasan menentukan alokasi anggaran maupun program yang bisa dilaksanakan desa melalui Desa Berdaya.
Sistem ini akan memudahkan Pemprov NTB untuk merekap dan mengidentifikasi masalah yang bisa diselesaikan dengan anggaran provinsi.
Serta menawarkan potensi kerja sama, mulai dari pemerintah pusat, pemda, mitra pembangunan maupun pihak lainnya.
“Jangan dibayangkan dukungan dari pemprov adalah satu-satunya sumber daya yang dioptimalkan, tetapi ini memicu para pihak untuk bersama-sama mewujudkan pondasi pembangunan desa dengan kemandirian,” kata mantan kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Dinas LHK NTB tersebut.
Sembari berproses, sistem akan disempurnakan berdasarkan masukan dan kendala yang dihadapi oleh desa saat input data.
Adapun persiapan peluncuran Program Unggulan Desa Berdaya sudah sangat matang.
“Meski pun sistem informasi ini sudah siap digunakan, kami akan terus melakukan penyempurnaan agar program ini benar-benar memberikan dampak maksimal bagi masyarakat desa,” pungkasnya.
Kepala Bappeda NTB Iswandi menegaskan Program Unggulan Desa Berdaya memiliki tiga target utama yang saling berkaitan erat.
“Tiga target ini dirancang untuk mengatasi masalah fundamental yang dihadapi oleh masyarakat desa maupun pemprov,” ujarnya.
Difokuskan untuk mengurangi kemiskinan ekstrem melalui berbagai kegiatan yang disediakan oleh program.
Kemudian meningkatkan kemampuan desa dalam mengelola potensi pangannya sendiri, sehingga tercipta ketahanan pangan di tingkat lokal.
“Ada desa wisata maju, ini akan dikembangkan secara optimal untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia, sehingga bermuara pada menggerakkan perekonomian desa,” tegasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam