LombokPost - Yayasan Maraqitta'limat sukses menggelar Wisuda Bersama XII dan Pengambilan Sumpah bagi wisudawan dan wisudawati untuk tiga kampus dibawah naungannya; Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) dan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Hamzar, di Mataram, Senin (8/9).
Pada kegiatan wisuda dan pengambilan sumpah kali ini, Total 570 orang wisudawan dari berbagai program studi dan institusi STIKES, STKIP, dan STEI Hamzar.
Rinciannya, dari STIKES Hamzar, terdiri Program Sarjana (S1) Keperawatan Reguler sebanyak 50 orang. Program Sarjana (S1) Keperawatan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) 71 orang. Program Sarjana (S1) Kebidanan Reguler 47 orang. Program Sarjana (S1) Kebidanan RPL 84 orang. Program Diploma 3 (D3) Kebidanan 2 orang. Program Profesi Ners 3 orang, dan Program Profesi Bidan 2 orang.
Dari STKIP Hamzar, jumlah wisudawan berasal dari dua program studi, yaitu Program Sarjana (S1) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 224 orang, serta Program Sarjana (S1) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) 79 orang
Terakhir, dari STEI Hamzar, jumlah wisudawan berasal dari Program Sarjana (S1) Perbankan Syariah sebanyak 8 orang. Di momen prestisius tersebut, Yayasan Maraqitta'limat juga menyerahkan penghargaan kepada lulusan terbaiknya.
Ketua Dewan Yayasan Maraqitta'limat TGH Hazmi Hamzar menyampaikan bahwa momentum wisuda dan pengambilan sumpah profesi para lulusan dari tiga kampus, berlangsung dalam suasana penuh haru dan rasa syukur.
Acara ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para wisudawan dan tetapi juga menjadi momen yang sangat membahagiakan bagi para orang tua dan wali yang turut hadir menyaksikan pencapaian putra-putri mereka.
“Alhamdulillah, wisudawan dan wisudawati kita, termasuk para orang tua dan wali mereka, ikut berbahagia menyaksikan momen berharga ini,” ujarnya.
Keberadaan lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan yang dipimpinnya dirancang secara khusus untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat di daerah.
Menurutnya, pendiriannya bukan sekadar menghadirkan institusi pendidikan, tetapi juga sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat setempat.
“Kehadiran sekolah-sekolah ini memang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di daerah. Kami mendirikannya berdasarkan persoalan mendasar yang kami lihat langsung di lingkungan sekitar,” ungkapnya.
STIKES yang didirikan sebagai respons atas rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kesehatan. Menurut TGH Hazmi, tidak mungkin masyarakat bisa diajak hidup sehat apabila para penggerak di tengah-tengah mereka tidak memiliki pemahaman dan keahlian di bidang kesehatan.
“Karena itu, STIKES kami dirikan untuk mencetak tenaga kesehatan yang kompeten. Mereka tidak hanya paham ilmu medis, tapi juga mampu menjadi pendamping dan pembimbing masyarakat dalam mewujudkan pola hidup sehat,” jelasnya.
Berikutnya, pendirian STKIP juga dilatarbelakangi oleh kondisi riil di lapangan. Banyak guru PAUD dan TK yang belum memenuhi standar kualifikasi pendidikan yang hanya lulusan SMA atau bahkan tidak memiliki latar belakang pendidikan formal sebagai guru.
Hal ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat pentingnya pendidikan usia dini dalam membentuk karakter anak.
“Oleh karena itu, kami mendirikan STKIP, dengan program studi seperti PGPAUD dan PGSD, agar dapat mencetak guru-guru yang profesional, sesuai dengan tuntutan kurikulum dan kebutuhan pendidikan saat ini,” kata mantan anggota DPRD NTB tersebut.
Lebih lanjut, Yayasan Maraqitta’limat juga mendirikan STEI dengan jurusan Perbankan Syariah, sebagai bentuk respons terhadap perkembangan sektor ekonomi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap sistem keuangan berbasis syariah.
“Maka dari itu, kami merasa perlu menyiapkan sumber daya manusia yang memahami prinsip-prinsip ekonomi dan keuangan syariah, agar dapat berperan aktif dalam industri ini dengan tetap menjunjung nilai-nilai Islami,” jelasnya.
Sehingga ia menyampaikan harapannya kepada para wisudawan dan wisudawati agar ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama masa studi tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi benar-benar diterapkan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Insya Allah seluruh lulusan kami bisa menjadi pribadi yang benar-benar bermakna dan berguna dalam kehidupan masyarakat, khususnya di Provinsi NTB,” pungkasnya.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan pesan inspiratif kepada para wisudawan dan wisudawati Yayasan Maraqitta’limat. Ia menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi di tengah dunia yang terus berubah, serta pentingnya belajar sebagai kunci utama untuk tetap relevan di era yang serba cepat.
“Saat ini, satu-satunya cara untuk bisa tetap relevan dan survive dalam perubahan yang begitu cepat adalah dengan terus belajar. Jangan pernah berhenti belajar. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk menambah pengetahuan,” terangnya.
Baca Juga: Guru MAN Lobar Dapat Bekal Inovasi Belajar, Lokakarya Kolaborasi dengan FKIP Unram
Gunakan teknologi secara bijak. Ia mengingatkan agar waktu yang digunakan untuk mengakses gawai atau handphone tidak hanya dihabiskan untuk aktivitas media sosial, tetapi juga dimanfaatkan untuk mempelajari hal-hal baru, khususnya yang berkaitan dengan bidang studi masing-masing.
“Dengan begitu, kalian akan terus terhubung dengan perkembangan dan pembaruan ilmu pengetahuan yang sangat pesat,” tegasnya.
Editor : Jelo JSumber : Liputan