Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPK Periksa Tiga Sektor Strategis di NTB

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
AUDIT KINERJA: Sekda NTB Abul Chair (tengah) saat memimpin Entry Meeting bersama BPK dan sejumlah kepala OPD terkait, di Mataram, Kamis (27/8). (BIRO UMUM DAN ADPIM SETDA NTB FOR LOMBOK POST)
AUDIT KINERJA: Sekda NTB Abul Chair (tengah) saat memimpin Entry Meeting bersama BPK dan sejumlah kepala OPD terkait, di Mataram, Kamis (27/8). (BIRO UMUM DAN ADPIM SETDA NTB FOR LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost-Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mulai melakukan pemeriksaan kinerja terhadap Pemprov NTB terkait ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pendidikan. Pemeriksaan diawali dengan entry meeting di Mataram, Kamis (27/8).

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Abul Chair mengatakan, pemeriksaan kinerja tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melihat kembali efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program serta kebijakan yang telah dijalankan. 

“Karena ini kinerja, justru di sinilah sebenarnya kita bercermin seberapa efektif, seberapa efisien program dan kebijakan di pemerintah provinsi ini dilaksanakan dan bermanfaat untuk masyarakat,” jelas dia.

Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan BPK memberikan gambaran yang lebih jelas, mengenai kinerja pemerintah daerah. Hasil pemeriksaan nantinya juga diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sekaligus meningkatkan kinerja Pemprov NTB. 

“Ini membantu kita sebenarnya bercermin lebih jernih. Tentu hasilnya kita berharap nanti bisa kita perbaiki dan meningkatkan kinerja kita,” ujarnya. 

Advertisement

Abul Chair menjelaskan, pemeriksaan saat ini masih berada pada tahap pendahuluan. Karena itu, belum ada temuan atau poin tertentu yang menjadi sorotan BPK terhadap pelaksanaan ketahanan pangan, ketahanan energi, maupun pendidikan di NTB. 

“Ini masih tahapan pertama, adalah pemeriksaan pendahuluan. Jadi belum ada sesuatu yang didalami dan lain sebagainya,” jelasnya. 

Sebagai contoh, di sektor ketahanan pangan, pemeriksaan nantinya akan melihat dukungan Pemprov NTB terhadap aspek ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Ketersediaan mencakup produksi, cadangan pangan, dan aspek lainnya.

Sementara keterjangkauan berkaitan dengan kelancaran distribusi pangan. “Ketahanan pangan itu terkait dengan bagaimana dukungan pemerintah provinsi terhadap ketersediaan dan keterjangkauan,” katanya. 

Hal serupa akan dilihat dalam pemeriksaan ketahanan energi dan pendidikan. BPK nantinya akan melihat proses bisnis, pengendalian internal, serta berbagai langkah yang dilakukan pemerintah daerah dalam mendukung ketiga sektor tersebut. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BPK RI Apresiasi Layanan Kekayaan Intelektual Kemenkum, Sertifikat KI Kini Bisa Jadi Akses Pembiayaan UMKM

BPK RI Apresiasi Layanan Kekayaan Intelektual Kemenkum, Sertifikat KI Kini Bisa Jadi Akses Pembiayaan UMKM

BPK RI mengapresiasi layanan kekayaan intelektual Kemenkum yang dinilai membantu UMKM memperoleh pelindungan hukum dan akses pembiayaan.

Temuan BPK Tak Tuntas, Inspektorat NTB Ingatkan Berpotensi Berlanjut ke APH

Temuan BPK Tak Tuntas, Inspektorat NTB Ingatkan Berpotensi Berlanjut ke APH

Inspektorat NTB menegaskan temuan BPK yang belum tuntas hingga tenggat waktu berpotensi berlanjut ke APH.

Pemkab KLU Tegaskan Rp 818,4 Miliar dalam LHP BPK Bukan Kerugian Negara

Pemkab KLU Tegaskan Rp 818,4 Miliar dalam LHP BPK Bukan Kerugian Negara

Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) meluruskan informasi terkait angka Rp 818,4 miliar yang tercantum dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) B

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer