Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tiket MotoGP Indonesia Baru Laku 30 Persen, MGPA Mulai Cat Ulang Sirkuit Mandalika

Lombok Post Online • Selasa, 9 September 2025 | 15:30 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - MotoGP Indonesia akan digelar di Sirkuit Mandalika pada 3-5 Oktober 2025. Untuk itu, berbagai persiapan dilakukan untuk menyukseskan event tahunan itu.

Senin (8/9), Pemprov NTB bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), jajaran forkopimda, bupati dan wali kota se-NTB menggelar pertemuan.

Direktur Utama (Dirut) MGPA Priandhi Satria memastikan bahwa secara prinsip, seluruh elemen pendukung telah disiapkan dengan matang.

MGPA rutin menggelar event balap di Sirkuit Mandalika. Seperti Porsche Carrera Cup, Mandalika Racing Series, ARRC, dan yang akan berlangsung dalam waktu dekat adalah Pocari Sweat Run Lombok 2025.

“Semua event itu kami jadikan ajang untuk mengecek kesiapan sistem, termasuk perlengkapan elektronik, digital flag, dan info board. Jadi dari sisi teknis, tidak ada masalah,” jelasnya.

Namun, proses eksekusi di lapangan masih harus menunggu kedatangan peralatan utama dari Dorna, selaku promotor MotoGP.

Hal ini menjadi penyebab utama kenapa beberapa area belum dapat disiapkan secara fisik.

“Gambar dan rencana tata letak sudah selesai. Tapi kami tidak bisa sembarangan mengeksekusi karena ada urutan teknis yang harus diikuti,” kata dia.

Menurut jadwal, logistik dari Dorna Sports untuk ajang MotoGP Mandalika biasanya tiba pada hari Selasa di pekan pelaksanaan balapan.

Untuk itu, MGPA mengambil langkah strategis dengan menyelesaikan terlebih dahulu area yang tidak terdampak aktivitas bongkar muat, sembari menunggu sisa logistik dari luar negeri.

Baca Juga: Keselamatan Pengunjung Jadi Prioritas, BPBD NTB Dipercaya Pimpin Koordinasi Pelaksanaan MotoGP 2025 Mandalika

Di sisi lain, fasilitas untuk penonton juga telah disiapkan. Seluruh tribun seperti A, B, C, D, F, G, H, I, J, dan K sudah selesai direnovasi.

F1 di Singapura bikin Waswas

Priandhi mengakui, tantangan tidak hanya datang dari sisi teknis.

Penyelenggara juga harus menghadapi kondisi eksternal yang cukup signifikan, salah satunya adalah jadwal MotoGP Mandalika 2025 yang bersamaan dengan ajang Formula 1 (F1) Singapore Grand Prix tahun 2025 akan digelar di Marina Bay Street Circuit, Singapura, juga pada tanggal 3-5 Oktober.

Hal ini memunculkan kekhawatiran akan terbagi dan terpecahnya pasar penggemar balap motor di Indonesia maupun Asia.

“Apakah kami khawatir? Ya, pasti ada rasa khawatir. F1 itu sudah lama berjalan dan punya daya tarik global,” ujarnya.

Pihak penyelenggar mengundang artis papan atas dunia yang mungkin belum bisa dilakukan oleh pihak MGPA maupun ITDC.

“Tapi kita tidak bisa berhenti di situ. Justru kami butuh dukungan media dan masyarakat agar tidak hanya bicara soal kekhawatiran, tapi ikut membantu membesarkan event ini,” ujarnya.

Tantangan lain datang dari sisi aksesibilitas internasional.

Penerbangan langsung dari luar negeri ke Lombok masih terbatas, sehingga penonton dari mancanegara harus melewati jalur-jalur alternatif seperti transit di Jakarta atau Denpasar.

Hal ini tentu berdampak pada kenyamanan dan minat kunjungan penonton luar negeri.

“Bukan soal harga, tapi karena penerbangan masih sedikit dan permintaan tinggi. Ini yang perlu kita perbaiki bersama,” ujarnya.

Mengingat tantangan itu, fokus penyelenggara saat ini adalah membangun basis penonton dari dalam negeri, khususnya dari NTB.

Menurutnya, masyarakat lokal harus merasa memiliki event ini, karena dampak ekonominya benar-benar nyata dan langsung dirasakan.

“Ini bukan hanya event balap, ini mesin penggerak ekonomi lokal,” kata Priandhi.

 

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Penjualan Tiket

Untuk penjualan tiket masih berada di angka 20-30 persen dari total kapasitas.

Meski demikian, pihaknya tetap optimistis mampu mencapai target jumlah penonton sebanyak 121 ribu orang, seperti yang tercatat pada gelaran tahun sebelumnya.

Adapun tren pembelian tiket MotoGP biasanya meningkat tajam pada saat-saat terakhir menjelang balapan. Sehingga ia menilai kondisi saat ini masih dalam tahap wajar.

“Biasanya di detik-detik terakhir baru meningkat,” terangnya.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menekankan pentingnya menyampaikan pesan positif kepada dunia internasional bahwa Indonesia aman dan siap menjadi tuan rumah ajang balap dunia tersebut.

“Kita perlu sama-sama memberikan dukungan kepada teman-teman MGPA dan ITDC untuk memastikan bahwa dengan segala situasi, dengan segala tantangan ini kita tetap bisa melaksanakan MotoGP,” katanya.

Ia juga menyampaikan, rute penerbangan baru dari Malang dan Jogjakarta yang akan mulai dibuka pada bulan ini.

“Harus dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan penjualan tiket MotoGP Mandalika 2025,” pungkasnya.

Salah satu fokus persiapan adalah perawatan lintasan, termasuk pengecatan ulang tepi lintasan yang permukaannya mulai mengelupas.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan sekaligus keselamatan para pembalap,” ucap Direktur Utama MGPA Priandhi Satria.

Selain itu, MGPA juga akan segera melaksanakan gravel racking, yaitu perapian kerikil di area run-off.

Area ini berfungsi sebagai jalur pengaman ketika pembalap keluar dari lintasan, sehingga harus dirapikan dan dipadatkan agar benar-benar optimal dalam mengurangi kecepatan motor saat terjadi insiden.

MGPA juga telah menyiapkan roadsweeper berstandar FIM, yakni alat khusus yang mampu menyapu aspal hingga ke lapisan terkecil dari debu, kerikil, maupun kotoran lain.

Kebersihan lintasan menjadi faktor penting yang sangat memengaruhi grip ban dan stabilitas motor, sehingga kualitas balapan serta keselamatan pembalap tetap terjaga.

Pengecatan tahun ini berbeda dari sebelumnya karena seluruh pekerjaan dilakukan oleh marshal lokal asal NTB tanpa melibatkan tenaga asing.

Panjang lintasan yang dicat di sisi kanan adalah 4,3 kilometer, sedangkan sisi kiri lebih panjang karena mengikuti jalur putaran luar sirkuit.

SAMAKAN PANDANGAN: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (tiga dari kiri), saat memimpin rakor persiapan gelaran MotoGP Mandalika 2025, di aula Hajar Aswad Bank NTB Syariah, Senin (8/9).
SAMAKAN PANDANGAN: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (tiga dari kiri), saat memimpin rakor persiapan gelaran MotoGP Mandalika 2025, di aula Hajar Aswad Bank NTB Syariah, Senin (8/9).

Adapun cat yang digunakan, kata Andhi, merupakan produk khusus yang diimpor dari Italia.

Cat ini sudah disetujui oleh FIA untuk homologasi roda empat dan FIM untuk homologasi roda dua.

Cat ini memiliki butiran kaca halus di dalamnya yang membuat permukaannya menjadi kasar sehingga tidak licin.

Pembalap nasional sekaligus duta motorsport Indonesia Rifat Sungkar, yang mengikuti Mandalika Mini Jaksel Experience memberikan apresiasi besar terhadap proses persiapan tersebut.

“Pengecatan yang dilakukan kali ini bukan hanya sekadar pemeliharaan rutin, tetapi juga mencerminkan kemajuan besar dalam pengelolaan Sirkuit Mandalika,” singkatnya. (yun/ewi/r3)

Editor : Kimda Farida
#MotoGP #balapan #Sirkuit Mandalika #MGPA #Tribun