Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

NTB Luncurkan Buku Metadata Satu Data 2025, Perkuat Fondasi Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan

Yuyun Kutari • Jumat, 12 September 2025 | 04:32 WIB
Temu media peluncuran Buku Metadata NTB Satu Data Tahun 2025, di gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Kamis (11/9).
Temu media peluncuran Buku Metadata NTB Satu Data Tahun 2025, di gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Kamis (11/9).

LombokPost - Pemprov NTB resmi meluncurkan Buku Metadata NTB Satu Data Tahun 2025, berlangsung di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, pada Kamis (11/9).

Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam penguatan tata kelola data di tingkat daerah, sejalan dengan amanat Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia serta Permendagri Nomor 5 Tahun 2024 tentang Satu Data Pemerintahan Dalam Negeri (SDPDN).

Acara peluncuran dihadiri langsung Pj Sekda NTB Lalu Mohammad Faozal, Kepala Bappeda NTB Iswandi, Kepala BPS NTB Wahyudin, Kepala Dinas Kominfotik NTB Yusron Hadi, serta mitra pembangunan seperti Program SKALA, sebuah kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia untuk akselerasi layanan dasar.

Pj Sekda NTB Lalu Mohammad Faozal menegaskan peluncuran Buku Metadata ini merupakan langkah strategis dalam mendukung capaian target pembangunan daerah sebagaimana tercantum dalam RPJMD NTB 2025–2026.

"Ke depannya, metadata ini akan menjadi panduan bagi OPD dalam memproduksi data daerah untuk perencanaan dan penganggaran di Provinsi NTB," jelasnya. 

Adapun metadata menjadi fondasi penting dalam mendukung visi NTB Makmur Mendunia yang tertuang dalam RPJPD NTB 2025–2045, dengan agenda besar seperti pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata berkelas dunia.

Metadata bukan sekadar catatan administratif. Dokumen ini menjelaskan secara rinci asal-usul data, definisi, metode pengumpulan, hingga mekanisme verifikasi, sehingga data yang dihasilkan menjadi lebih transparan, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam konteks pembangunan, metadata memiliki peran krusial, antara lain mendukung perencanaan dan penganggaran berbasis bukti (evidence-based planning). Meminimalisir perbedaan data antar instansi yang berpotensi menyebabkan ketidaktepatan sasaran program.

Kemudian mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah. Memperkuat partisipasi publik, karena data yang terbuka dan terstandar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sipil, akademisi, media, dan pelaku usaha.

Buku Metadata NTB Satu Data Tahun 2025 merupakan hasil kolaborasi Forum Satu Data NTB, dengan Bappeda sebagai koordinator, Diskominfotik sebagai walidata, BPS sebagai pembina data, serta OPD sebagai produsen data.

Dokumen ini memuat sebanyak 921 jenis data daerah, mencakup data sektoral rutin, data pendukung IUP, data SPM, dan data prioritas nasional yang telah ditetapkan untuk tahun 2025.Peluncuran ini juga menandai dimulainya transformasi tata kelola data daerah menuju arah yang lebih modern, efisien, dan inklusif.

Dengan metadata, data tidak hanya terkumpul, tetapi juga siap digunakan untuk analisis, pengambilan keputusan, dan pelayanan publik yang lebih baik. Meski tidak selalu terlihat langsung, manfaat metadata sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, masyarakat dapat mengakses informasi pembangunan melalui portal data daerah secara lebih terbuka. Akademisi dan peneliti memiliki sumber data yang valid untuk riset dan inovasi.

Media memperoleh data yang akurat untuk mendukung peliputan. Pelaku usaha dapat memanfaatkan data terstandar untuk perencanaan dan analisis pasar.

Program SKALA, sebagai mitra strategis Pemerintah NTB, turut mendukung penyusunan metadata melalui fasilitasi teknis dan penguatan kapasitas aparatur daerah.

Team Leader SKALA Petra Kertji menyampaikan nilai data tidak hanya pada angka, tetapi bagaimana data digunakan untuk memperkuat kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

"Dengan adanya metadata untuk memastikan data berkualitas, NTB berada pada jalur yang tepat untuk memastikan pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan yang selama ini kurang terjangkau," bebernya. 

Peluncuran Buku Metadata ini bukan akhir, melainkan awal dari langkah panjang menuju tata kelola data yang lebih baik. Pemprov NTB menargetkan agar Metadata terus diperbaharui secara berkala.

Praktik baik di tingkat provinsi direplikasi di seluruh kabupaten/kota di NTB. Masyarakat semakin aktif dalam memanfaatkan data. NTB menjadi contoh nasional dalam penguatan Satu Data Daerah.

Kepala Bappeda NTB Iswandi mengatakan buku metadata ini diharapkan menjadi pedoman utama bagi OPD dalam pengumpulan dan pemanfaatan data untuk perencanaan yang lebih tepat dan efektif.

Iswandi mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi. "Mari kita terus memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam mewujudkan data yang berkualitas, sehingga bersama-sama kita bisa mewujudkan NTB Makmur Mendunia," tegasnya. 

Editor : Siti Aeny Maryam
#skala #NTB Makmur Mendunia #Satu Data Pemerintahan Dalam Negeri #metadata #Pemprov NTB #opd