LombokPost--Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB bersama Yayasan Islamic Relief Indonesia berkomitmen untuk terus melaksanakan program perubahan iklim yang bertumpu pada pembangunan karbon dan ketahanan iklim.
Program ini juga melibatkan sejumlah komunitas Program Kampung Iklim (Proklim) di Provinsi NTB.
Di antaranya Proklim Joben Lestari, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading; Proklim Temayang, Desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading; dan Proklim Teduh Rindang, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur.
Proklim Baran Tapen Asri, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya; Proklim Kokok Pedeq, Desa Sugian, Kecamatan Sambelia; dan Proklim Karya Bersama Sapit, Desa Suela, Kecamatan Suela.
Proklim Orong Gerisak, Desa Tete Batu, Kecamatan Sikur; Proklim Pancor Manis, Desa Perian, Kecamatan Montong Gading; Proklim Dusun Embang Bangan, Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur.
Selanjutnya Proklim Darul Asri, Dusung Ngorok, Desa Kopang Rembige, Kecamatan Kopang; Proklim Rindang Asri, Dusun Dasan Agung Kebun Indah, Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara; dan Proklim Raja Pati, Dusun Kwang Pati, Desa Lendang Are, Kecamatan Kopang.
Proklim Ngiring Maju, Dusun Kelanjuh Lauq, Desa Barebali, Kecamatan Batukliang; Proklim Dusun Lendang Dude Punik, Desa Barebali, Kecamatan Batukliang; dan Proklim Permata Hijau, Dusun Gawah Lendang Terong, Desa Barebali, Kecamatan Batukliang.
Proklim Nyiur Gading, Dusun Bongak, Desa Tumpak, Kecamatan Pujut; Proklim Cempaka Putih, Dusun Lengkok Dalem, Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat; Proklim Dusun Pondok Dalem, Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah. Serta Proklim Nyiurbaye Gawah, Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat.
Sekretaris Dinas LHK Provinsi NTB Samsyiah Samad S.Hut M.Si mengatakan, sejumlah Proklim yang dilibatkan sudah mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).
Bersama Dinas LHK NTB dan Yayasan Islamic Relief, komunitas Proklim telah berikhtiar bersama dalam melawan tantangan perubahan iklim. Yakni dengan menjaga dan melestarikan lingkungan di wilayah NTB.
Samsyiah Samad berharap, ke depan semua desa memiliki pemahaman yang sama terhadap perubahan iklim. Sehingga masyarakat akan mampu beradaptasi dan bertahan menghadapi dampak perubahan iklim.
Seperti diketahui, Proklim adalah program nasional yang dikelola Kementerian LHK. Program ini digalakkan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan agar mampu beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca.
Samsyiah Samad menambahkan, Pemprov NTB sangat mengapresiasi keterlibatan Yayasan Islamic Relief Indonesia dalam ikut menjaga dan melestarikan alam di NTB.
“Pemprov NTB akan terus berkolaborasi dengan para NGO termasuk lembaga swasta untuk melestarikan alam NTB,” katanya.
Editor : Kimda Farida