Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

MotoGP Mandalika 2025: Bukan Sekadar Balapan, Tapi Pesta Budaya dan Ekonomi!

Lestari Dewi • Kamis, 18 September 2025 | 19:48 WIB

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
LombokPost-Mandalika bersiap menyambut kembali deru mesin motor kelas dunia. Menjelang MotoGP Mandalika 2025 yang akan digelar di Sirkuit Internasional Mandalika pada 3–5 Oktober, persiapan tak hanya dilakukan di lintasan, tetapi juga di meja diskusi para pemangku kepentingan.

Lewat sebuah acara bertajuk Talkshow Bintang Kamisan, Pemprov NTB, MGPA, dan seluruh pihak terkait berkolaborasi mematangkan rencana, memastikan event tahun ini akan jauh lebih baik dan berkesan.

Diskusi yang menghadirkan Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, serta perwakilan dari Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, dan Dinas Koperasi NTB ini bukan hanya sekadar pertemuan formal.

Ini adalah cerminan dari komitmen bersama untuk menjadikan MotoGP bukan sekadar ajang balap, melainkan etalase bagi Mandalika dan Indonesia.

Mengatasi Tantangan, Membangun Solusi

Tahun-tahun sebelumnya, gelaran MotoGP di Mandalika diwarnai tantangan, mulai dari harga tiket pesawat dan akomodasi yang melambung hingga isu budaya.

Priandhi Satria mengakui hal ini dan menegaskan bahwa masukan dari masyarakat, termasuk dari mahasiswa, menjadi catatan penting.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha menjadi kunci untuk menekan harga agar lebih terjangkau, sehingga wisatawan domestik maupun mancanegara bisa lebih nyaman datang ke NTB.

Mengangkat UMKM dan Budaya Lokal ke Panggung Dunia

Salah satu gebrakan paling menarik dari persiapan MotoGP 2025 adalah fokus pada pemberdayaan UMKM dan promosi budaya lokal.

Priandhi Satria mengungkapkan bahwa MGPA bersama pemerintah daerah bertekad menjadikan event ini sebagai platform untuk mengangkat potensi lokal.

Direktur Utama MGPA Priandhi Satria (dua kanan) matangkan rencana MotoGP tahun ini jauh lebih baik dan berkesan.
Direktur Utama MGPA Priandhi Satria (dua kanan) matangkan rencana MotoGP tahun ini jauh lebih baik dan berkesan.

Bayangkan, di tengah hingar-bingar balapan, akan ada Opening Ceremony yang menampilkan konsep budaya etnik yang lebih kental, menonjolkan kisah dan tradisi Mandalika yang melegenda.

Tak hanya itu, UMKM kuliner dan cenderamata akan diberi ruang lebih besar untuk menyajikan produk-produk khas NTB dan Nusantara.

Mulai dari makanan khas daerah, hingga baju, sepatu, dan aksesori dengan sentuhan etnik, semua akan menjadi bagian dari kemeriahan acara.

"MotoGP Mandalika bukan hanya ajang balap, tetapi juga etalase budaya dan kreativitas anak bangsa," tegas Priandhi Satria.

Kebanggaan Bersama

Keterlibatan mahasiswa, insan pers, dan perwakilan masyarakat dalam diskusi ini menunjukkan bahwa MotoGP Mandalika adalah milik bersama, bukan hanya milik MGPA atau pemerintah daerah.

Kesuksesan ajang ini sangat bergantung pada dukungan penuh dari seluruh pihak, dari pemerintah pusat hingga masyarakat NTB.

Dengan persiapan yang semakin matang dan sinergi yang makin erat, optimisme kian menguat.

MotoGP Mandalika 2025 diharapkan tidak hanya sukses sebagai penyelenggaraan event olahraga, tetapi juga menjadi magnet pariwisata yang mendatangkan wisatawan, memberdayakan ekonomi lokal, dan memperkuat citra Indonesia di mata dunia.

Ini adalah momentum emas untuk membuktikan bahwa Mandalika adalah destinasi sport tourism kelas dunia, dan MotoGP adalah perayaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Editor : Siti Aeny Maryam
#MGPA #budaya #pesta #Ekonomi #Priandhi Satria #motogp mandalika 2025