LombokPost – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menaruh harapan besar pada gelaran keempat MotoGP, GrandPrix of Indonesia, di Sirkuit Mandalika, Kuta, Lombok Tengah, yang akan berlangsung pada 3-5 Oktober mendatang.
Event internasional ini diharapkan tidak hanya menjadi panggung promosi pariwisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan daerah.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfotik NTB, Yusron Hadi, di UPT Layanan Digital Dinas Kominfotik.
Mulki berharap para pelaku pariwisata dan pengelola akomodasi tidak menaikkan harga secara berlebihan.
"Event ini sudah menjadi agenda reguler. Dengan akomodasi yang terjangkau, penonton MotoGP tidak akan berpaling menginap ke daerah lain," ujarnya.
Untuk mengendalikan harga, pemerintah berencana melakukan patroli daring, pendekatan persuasif, dan bahkan membentuk satuan tugas (satgas) khusus.
Di sisi lain, Dinas Koperasi dan UMKM juga mengambil peran penting. Masyhuri, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, memaparkan bahwa Pemprov akan melibatkan 670 UMKM yang terdiri dari kuliner dan produk ekonomi kreatif lainnya.
Selain itu, event pendukung seperti gelar budaya dan kesenian akan turut menyemarakkan acara, melibatkan para pemangku kepentingan kepariwisataan dari seluruh Indonesia.
Dari sisi kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Hamzi Fikri memastikan kesiapan penuh.
Sebanyak 560 tenaga medis dan fasilitas kesehatan di berbagai titik layanan telah disiagakan, baik untuk peserta maupun penonton.
Upaya pencegahan terhadap wabah penyakit menular juga telah diantisipasi melalui pengawasan lingkungan dan tren global.
Sementara itu, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, mengungkapkan optimisme terkait dampak ekonomi yang dihasilkan.
Ia memperkirakan gelaran MotoGP kali ini akan memberikan efek multiplier 7,5 kali lipat dari sisi pariwisata dan ekonomi.
Merujuk data tahun lalu, total belanja MotoGP mencapai Rp 320 miliar, dengan pemasukan Rp 544 miliar dari perputaran uang penonton sebanyak 121.000 orang.
Dampak ini menghasilkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp 291 miliar, dan secara nasional menyumbang Rp 4,8 triliun.
Event ini juga menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja lokal dan mendapatkan promosi masif dari 250 media partner di 200 negara.
Data ini menunjukkan betapa besar potensi ekonomi yang dapat disumbangkan oleh event MotoGP bagi NTB dan Indonesia secara keseluruhan.
Editor : Kimda Farida