LombokPost - Pemprov NTB menargetkan percepatan pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur, seperti jalan dan jembatan strategis di tahun anggaran 2025.
Kepala Dinas PUPR NTB Sadimin menegaskan tahun ini menjadi momentum pembenahan serius, sebanyak enam paket pekerjaan rekonstruksi, pemeliharaan jalan, dan penggantian jembatan.
“Ini yang kami targetkan selesai tepat waktu, tanpa ada penundaan sebagaimana yang kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya,” kata dia, Kamis (25/9).
Seluruh pekerjaan ini direncanakan tuntas maksimal akhir Desember 2025, dengan waktu pelaksanaan rata-rata selama 105 hari kalender atau sekitar 3,5 bulan.
“Kami berusaha tidak ingin ada lagi keterlambatan. Tahun ini semua pekerjaan dikebut, dengan tetap mengutamakan mutu dan spesifikasi teknis,” ujarnya.
Dimulai dari pekerjaan rekonstruksi ruas jalan Simpang Tano – Simpang Seteluk di Sumbawa Barat, dengan pagu anggaran konstruksi sebesar Rp 32,5 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh PT Niat Karya dengan nilai kontrak sebesar Rp 31,7 miliar dan waktu pelaksanaan selama 105 hari kalender atau sekitar 3,5 bulan.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini diawasi oleh PT Duta Bhuana Jaya sebagai konsultan pengawas dengan nilai kontrak sebesar Rp 466 juta dari pagu pengawasan senilai Rp 500 juta.
“Penanganan proyek ini meliputi pembangunan jalan dua jalur dengan empat lajur sepanjang 3,8 kilometer (km),” ujar Sadimin.
Rekonstruksi ruas jalan Tanjung Geres – Pohgading – Pringgabaya di Lombok Timur, dengan total pagu konstruksi sebesar Rp 28 miliar yang dikerjakan PT Fimakencana Kerthasari, dengan nilai kontrak Rp 26,9 miliar dan masa pelaksanaan selama 105 hari kalender.
Pengawasan proyek ini dilakukan oleh CV Archi Tehnik dengan nilai kontrak sebesar Rp 465 juta dari total pagu pengawasan sebesar Rp 500 juta.
“Kita lakukan peningkatan jalan provinsi yang semula memiliki lebar 4,5 meter menjadi 6 meter, untuk satu jalur dua lajur sepanjang 4 km, ditambah dengan penanganan sporadis sepanjang 11 km,” kata dia.
Selanjutnya, penanganan long segment ruas jalan Lenangguar – Lunyuk di Sumbawa, dengan pagu konstruksi senilai Rp 20 miliar yang dikerjakan PT Amar Jaya Pratama Group dengan nilai kontrak Rp 19 miliar, dan waktu pelaksanaan selama 105 hari kalender.
Pengawasan dilakukan oleh CV. Geo DaSE Consultant dengan nilai kontrak Rp 475 juta dari pagu pengawasan Rp 500 juta.
“Penanganan proyek ini mencakup perbaikan pada dua titik longsor yang mengganggu akses transportasi masyarakat di wilayah tersebut,” jelasnya.
Pemeliharaan berkala jalan yang tersebar di Pulau Lombok, dengan pagu konstruksi sebesar Rp 3,96 miliar. Proyek ini dilaksanakan CV Dewi Wangi dengan nilai kontrak Rp 3,59 miliar dan masa pelaksanaan selama 105 hari kalender.
Untuk pengawasan, CV Archi Tehnik kembali ditunjuk sebagai konsultan pengawas dengan nilai kontrak Rp 278 juta dari total pagu pengawasan Rp 300 juta.
“Pekerjaan ini menyasar sejumlah ruas jalan, di berbagai wilayah Pulau Lombok untuk menjaga kondisi jalan agar tetap layak dan aman digunakan,” jelas Sadimin.
Kemudian, proyek penggantian Jembatan Doro Oo di Bima, dengan pagu konstruksi Rp 6,29 miliar. Proyek ini dikerjakan PT Amanat Semesta dengan nilai kontrak Rp 6,16 miliar dan dilaksanakan dalam waktu 105 hari kalender.
Konsultan pengawas proyek adalah PT Wastu Anopama, dengan nilai kontrak sebesar Rp 325 juta dari pagu pengawasan Rp 350 juta,
“Pekerjannya berupa penggantian jembatan, karena ini sangat penting karena merupakan penghubung utama antarwilayah di Kabupaten Bima,” ungkapnya.
Terakhir, proyek penggantian Jembatan Selong Belanak yang terletak di Desa Mekar Sari, Selong Belanak, Lombok Tengah. Proyek ini memiliki pagu konstruksi Rp 4 miliar.
Sadimin mengatakan proyek ini dikerjakan PT Doro Belo Angkasa dengan nilai kontrak Rp 3,60 miliar serta memiliki masa pelaksanaan 90 hari kalender atau sekitar 3 bulan.
Pengawasan proyek dilakukan CV Citra Adi Daya Consultan, dengan nilai kontrak Rp 183 juta dari total pagu pengawasan Rp 200 juta.
“Penanganan proyek ini, mencakup penggantian Jembatan Taman Sari yang merupakan infrastruktur vital, untuk akses masyarakat dan mendukung kawasan wisata di sekitarnya,” tandasnya.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meminta para pelaksana pekerjaan, untuk menjalankan proyek sesuai ketentuan teknis dan menjaga kualitas pekerjaan.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh pengawas, agar menjalankan fungsi pengawasan secara ketat, untuk bisa menghasilkan pekerjaan akhir sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
“Kepada pengawas, supaya dilakukan pengawasan dengan baik sehingga kualitas pekerjaan jalan ini sesuai dengan rencana,” jelasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam