LombokPost – Yoga semakin melambung di Lombok, bukan hanya sebagai aktivitas kesehatan, tetapi juga peluang ekonomi kreatif yang tengah diminati wisatawan.
Hal ini diungkapkan Dea Putri, Yoga Manager di Mana Yoga Retreat, salah satu pusat yoga terkemuka di kawasan wisata Kuta, Lombok Tengah.
Kepada Lombok Post, Dea berbagi pengalaman bagaimana perjalanannya bersama Mana Yoga.
"Saya di sini menangani jadwal, pemasaran, promosi, dan program-program. Jadi bisa dibilang saya ikut memastikan semua hal terkait operasional retreat berjalan lancar," ujarnya.
Selain menjadi manager, Dea juga terjun langsung menjadi pelatih Yoga.
Menurut Dea, cikal bakal Mana Yoga dimulai sekitar sembilan tahun lalu hanya sebagai studio yoga.
Dua tahun setelahnya, melihat animo yang terus meningkat, pemilik memutuskan mengembangkan konsep Yoga Retreat, sebuah paket lengkap yang tidak hanya menyajikan kelas yoga, tetapi juga akomodasi berupa hotel, restoran sehat berbasis vegan dan vegetarian, hingga program pendukung lainnya.
"Yoga Retreat ini ibarat satu kesatuan. Kalau studio hanya fokus pada kelas yoga, retreat menawarkan pengalaman menyeluruh. Orang bisa menginap, makan sehat, ikut kelas, bahkan ambil paket khusus lima hari," jelasnya.
Sejak resmi berdiri sekitar 2018, Mana Yoga Retreat terus berkembang.
Setiap hari ada 5 hingga 6 kelas dengan jadwal mulai pukul 07.20 pagi hingga pukul 18.30 sore.
Selain itu, ada pula Yoga Teacher Training, berbagai workshop, hingga acara spesial seperti cacao ceremony dan breathwork.
Dea menyebut mayoritas peserta adalah turis internasional.
"Ada juga ekspatriat yang memang tinggal di Lombok atau Bali, tapi kebanyakan turis yang sengaja datang untuk yoga sekaligus menikmati pantai dan keindahan Lombok," katanya.
Bagi wisatawan, yoga bukan hanya soal gerakan fisik. Mereka juga mencari pengalaman holistik yang menggabungkan tubuh, pikiran, dan jiwa.
"Yoga ini kan bukan olahraga biasa seperti bulutangkis atau sepak bola. Dia kombinasi gerakan tubuh, pernapasan, dan meditasi,” tutur Dea yang mengaku hampir 20 tahun menekuni Yoga sejak duduk di bangku kuliah.
Lebih jauh, ia menjelaskan manfaat yoga yang dirasakan peserta.
Dari sisi fisik, tubuh menjadi lebih kuat, lentur, dan sehat. Dari sisi emosi dan energi, seseorang merasa lebih tenang, damai, bahkan bahagia. Sementara pada aspek mental, pikiran terasa jernih dan fokus.
"Banyak orang berubah karakternya setelah rutin yoga. Jadi lebih sabar, tidak mudah meledak-ledak. Itu karena gelombang otak berubah, dari beta yang aktif ke alpha yang lebih fokus, bahkan theta yang meditatif,” jelasnya.
Menurut Dea, yoga juga menjadi proses healing karena mengaktifkan parasympathetic nervous system, sistem saraf yang berperan dalam istirahat, pencernaan, dan regenerasi tubuh.
Jenis yoga yang tersedia pun beragam, mulai dari yang lambat untuk meditasi, Vinyasa yang dinamis, Ashtanga yang disiplin, hingga Yoga Nidra yang berfokus pada relaksasi mendalam.
Meski cocok untuk semua orang, Dea menekankan pentingnya penyesuaian bagi mereka yang punya kondisi kesehatan khusus.
Dea mengaku awal mula dirinya datang ke Lombok, jumlah yoga studio di kawasan wisata Kuta Lombok Tengah hanya ada dua. Kini, jumlahnya sudah berkembang menjadi enam.
“Artinya, minat terhadap yoga semakin tinggi, baik dari wisatawan maupun masyarakat lokal,” ujarnya.
Trend ini, kata Dea, membuka peluang usaha baru. Banyak wisatawan asing justru lebih antusias mengikuti kelas yang dipandu pelatih lokal.
"Kalau ditekuni, yoga bisa menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat Lombok. Bukan hanya untuk kesehatan pribadi, tapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan," imbuhnya.
Sebagai bentuk kontribusi, Mana Yoga Retreat membuka kesempatan bagi warga yang tertarik menjadi pelatih yoga.
"Kami memberikan program beasiswa. Ada pelatihan dan sertifikasi dari aliansi yoga internasional. Jadi tidak hanya diakui di Lombok atau Indonesia, tapi juga di seluruh dunia," ungkap Dea.
Baginya, yoga adalah kombinasi antara gaya hidup sehat dan peluang usaha berkelanjutan.
"Manfaat utama yoga saat ini bukan hanya kesehatan fisik dan mental, tapi juga bisa mendukung ekonomi kreatif. Lombok sangat potensial untuk itu," tandasnya. (ton)
Editor : Kimda Farida