Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sudah Jalani Rekonstruksi, Polisi Justru Masih Sembunyikan Motif Sebenarnya Kasus Pembunuhan Brigadir Esco

Fratama P. • Selasa, 30 September 2025 | 06:36 WIB
Keluarga Brigadir Esco kecewa dengan rekonstruksi tersangka
Keluarga Brigadir Esco kecewa dengan rekonstruksi tersangka

LombokPost - Kasus kematian tragis Brigadir Esco Faska Rely yang melibatkan istrinya, Brigadir Rizka Sintiyani, hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya di tengah masyarakat.

Meskipun Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat telah menggelar rekonstruksi pada Senin (29/9), pihak kepolisian memilih untuk tidak mengungkap latar belakang atau motif di balik peristiwa kelam Brigadir Esco.

Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB, AKBP Catur Erwin Setiawan, menolak untuk memberikan keterangan detail mengenai motif pembunuhan Brigadir Esco kepada media.

Ketika ditemui usai melaksanakan gelar perkara di lokasi rekonstruksi, yakni di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Lombok Barat, ia menegaskan bahwa motif tersebut masih dirahasiakan.

“Mohon maaf, motif masih kami rahasiakan,” ujar AKBP Catur.

Kekecewaan Keluarga Korban: Proses Hukum Dinilai Tertutup

Baca Juga: RESMI! MK Tegaskan Seluruh Pekerja Tidak Wajib Bayar Tapera

Sikap tertutup kepolisian ini memicu kekecewaan terbuka dari pihak keluarga korban.

Samsul Herawadi, ayah almarhum Brigadir Esco, secara lugas menyatakan ketidakpuasan mendalam terhadap jalannya proses hukum, terutama saat rekonstruksi dilakukan secara tertutup di area rumah korban.

Samsul mempertanyakan transparansi yang dijanjikan aparat penegak hukum.

“Kan katanya terbuka tapi kenapa ditutup-tutupi begini, kan kami nggak paham. Kami pada saat rekonstruksi di dalam rumah juga ndak dikasih masuk,” tegas Samsul, menyesalkan pihak keluarga tidak diizinkan menyaksikan adegan penting di dalam rumah.

Tidak hanya mengkritik pihak kepolisian, Samsul juga menuding keluarga tersangka Brigadir Rizka tidak kooperatif dan terkesan menutupi fakta penting yang dapat membantu mengungkap kasus ini secara utuh.

Ia merasa kerja sama untuk mencapai kebenaran terhambat.

“Kayaknya ada yang disembunyikan juga sama keluarga tersangka. Kalau memang satu arah mengungkap tersangka, kenapa tidak kita kerjasama?” ungkapnya.

Tudingan Balik dari Tersangka

Kekecewaan Samsul diperparah dengan pengakuan bahwa ia sempat menjadi korban tuduhan.

Ia menyebut bahwa dirinya pernah dituduh sebagai dalang pembunuhan anaknya sendiri oleh tersangka Brigadir Rizka.

Menurut Samsul, tudingan tersebut merupakan upaya memutarbalikkan fakta demi kepentingan tersangka.

“Sampai-sampai saya dituduh balik bahwa sayalah dalang di balik kematian anak saya. Itu disampaikan lewat media, di podcast terakhir sebelum dia berangkat ke Kalimantan,” pungkasnya, mengindikasikan adanya upaya pengalihan isu yang menambah kompleksitas kasus ini.

Hingga saat ini, dengan motif yang dirahasiakan dan adanya ketidakpuasan dari pihak keluarga, publik menanti langkah selanjutnya dari Polda NTB untuk menjamin proses hukum yang transparan dan mengungkap tuntas semua fakta di balik kematian Brigadir Esco Faska Rely.***

Editor : Fratama P.
#Polisi #rizka #Brigadir Esco