Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

MotoGP Mandalika 2025 Ubah Sirkuit Jadi Sekolah Elite

Lestari Dewi • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 11:56 WIB
Student go to Paddock sebanyak 200 pelajar berprestasi masuk area paddock
Student go to Paddock sebanyak 200 pelajar berprestasi masuk area paddock

LombokPost-Saat mata dunia tertuju pada Marco Bezzecchi yang mencetak waktu tercepat di sesi latihan, Sirkuit Internasional Mandalika pada Jumat (3/10) justru sedang menjalankan misi yang jauh lebih penting daripada balapan. Yaitu, mencetak mimpi generasi baru.

Lupakan sejenak pole position. Sorotan utama kini beralih ke ribuan pelajar Lombok Tengah yang mendadak diberi akses VVIP ke jantung ajang balap dunia.

Ini bukan sekadar menonton balapan; ini adalah fenomena “Sport Tourism” yang berkolaborasi dengan “Pendidikan”.

Paddock yang Dulu Eksklusif, Kini Jadi Kampus Impian

Ini adalah terobosan yang mematahkan dinding eksklusivitas.

Melalui program Student go to Paddock sebanyak 200 pelajar berprestasi dari 21 sekolah di Lombok Tengah diizinkan masuk ke area yang biasanya hanya boleh diakses oleh pembalap, engineer, dan tim media.

Di sana, mereka melihat langsung bagaimana mekanik kelas dunia beraksi, merakit motor MotoGP seharga ratusan miliar dengan presisi milimeter. Ini adalah laboratorium teknik bergerak.

Kemudian, sehari sebelumnya, program Riders Go to Schools membawa pembalap MotoGP berinteraksi langsung dengan siswa di SDN Ngolang dan Pondok Pesantren Nurul Ijtihad.

Peluang emas untuk menyerap inspirasi dari atlet top dunia.

Seperti diungkapkan Troy Warokka, Chairman MotoGP 2025, kegiatan ini adalah bukti nyata multiplier effect yang memberikan inspirasi positif bagi masyarakat NTB.

MotoGP kini bukan hanya etalase balap, melainkan pemicu ambisi.

1.300 Pelajar Membanjiri Sirkuit: Generasi Penjaga Warisan

Total 1.300 pelajar terlibat dalam keseluruhan rangkaian #IndonesianGP Go To Schools.

Selain tur paddock yang berharga, 800 siswa mendapat kesempatan menyaksikan Free Practice dan kualifikasi di Grandstand A (Students go tu Circuit).

Kehadiran mereka di hari Jumat tidak hanya memecahkan tradisi "Jumat Sepi" (seperti yang ramai diberitakan), tetapi juga menjadi simbol bahwa generasi muda Lombok secara resmi mengambil alih kepemilikan acara dunia ini.

Mereka adalah masa depan yang akan mengelola, mempromosikan, dan melindungi sport tourism ini.

Dewa 19, UMKM, dan Tarian Lokal: Formula Keberhasilan Mandalika

Komitmen Mandalika sebagai Sport Tourism kelas dunia juga terlihat di luar lintasan. Sambil disemarakkan oleh Festival Pesta Rakyat Mandalika—yang menampilkan hiburan seperti Dewa 19—ITDC memastikan manfaat ekonomi merata.

Ribuan UMKM lokal mendapat panggung untuk menjajakan kuliner dan produk kerajinan. Sementara School Competition Traditional Dance dan Modern Dance memastikan budaya lokal tidak tenggelam oleh gegap gempita internasional, melainkan diperkuat dan disajikan sebagai daya tarik utama.

MotoGP Mandalika 2025 telah menetapkan standar baru: event olahraga global wajib menjadi katalisator pendidikan dan penggerak ekonomi rakyat.

Ia bukan sekadar sirkuit, ia adalah cetak biru untuk masa depan NTB yang mendunia.

 

Editor : Kimda Farida
#Sirkuit #Sekolah #motogp mandalika 2025 #ITDC #Troy Reza Warokka