LombokPost-MotoGP Mandalika 2025 sukses digelar sejak 3-5 Oktober, Minggu (5/10). Target penjualan tiket sebanyak 121 ribu diklaim terlampaui.
“Luar biasa, total 141 ribu penonton dengan nilai (perputaran ekonomi) Rp 4,8 triliun,” ucap Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Tohir usai menyaksikan balap MotoGP di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah.
Dari hasil evaluasi sementara usai gelaran ini, kata Erick, menjadi catatan penting adalah akomodasi hotel.
Karena itu, dengan hadirnya wakil menteri investasi yang turut menyaksikan MotoGP, Erick berharap peluang investasi akomodasi meningkat.
“Beliau kita undang juga. Mudah-mudahan banyak investor yang siap berinvestasi di KEK Mandalika,” kata mantan Menteri BUMN itu.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) RI Ni Luh Enik Ermawati mengungkapkan, dampak ekonomi selama ajang ini digelar mencapai Rp 4,8 triliun.
Dia melihat okupansi hotel penuh, bahkan untuk timnya saja mencari hotel, tidak kebagian. Termasuk hotel yang dimiliki Poltekpar Lombok di Praya, Loteng. “Ini luar biasa dampaknya,” ujarnya.
Selain hotel, kata wamenpar, transportasi juga sudah penuh. Terbukti dengan penambahan penerbangan sebanyak 44 extra flight.
Rinciannya, maskapai Garuda Indonesia sebanyak 18 penerbangan, Citilink sebanyak 10 penerbangan, AirAsia sebanyak 8 penerbangan, Pelita Air sebanyak 2 penerbangan dan Wings Air sebanyak 6 penerbangan.
“Selain udara, laut pun demikian. Pegawai InJourney dari Bali harus naik kapal penyeberangan untuk sampai ke Lombok,” jelasnya, mengartikan animo penonton dan wisatawan terhadap MotoGP.
Direktur Utama InJourney Maya Watono menyatakan, MotoGP Mandalika 2025 bukan hanya ajang balap motor kelas dunia, melainkan momentum penting dalam mempromosikan pariwisata dan budaya Indonesia ke mata internasional.
“Tahun ini menjadi penyelenggaraan terbaik, ditandai dengan okupansi hotel di kawasan Mandalika yang mencapai 100 persen, serta kerja sama dengan berbagai pihak untuk menambah flight karena tingginya peminat,” katanya.
Maya menambahkan, ajang ini menjadi momentum untuk melihat bagaimana kekayaan budaya dan kearifan lokal dapat ditampilkan melalui ajang ini.
Hal ini memperkuat posisi Mandalika sebagai sportstainment tourism yang memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan masyarakat lokal.
“Dari geliat pertama hingga keempat ini kita terus belajar, evaluasi dalam mendorong masuknya investor, pelibatan tenaga kerja lokal asal NTB. Tidak menutup kemungkinan mereka ini bisa diekspor untuk menjadi tenaga-tenaga kerja ke sirkuit luar sana,” kata Maya.
Menyinggung ketidakhadiran Presiden RI Prabowo Subianto, sebagai penyelenggara telah memberikan undangan dan mempersiapkan kebutuhan Presiden.
“Mungkin beliau sedang banyak agenda, kan sudah diwakili langsung oleh menpora, wamenpora, wamen investasi, pak gubernur, InJourney, Danantara hingga Pertamina,” tambahnya.
Direktur Utama ITDC Ari Respati mengatakan, MotoGP bukan hanya menjadi eventnya ITDC dan MGPA tetapi seluruh stakeholder dan pemerintan dari pusat, provinsi hinga kabupaten/kota.
“Ajang ini menjadi katalis dalam mendorong investasi di Mandalika, di tahun berikutnya MotoGP ini bukan sekadar balapan tapi menjadi perayaan rakyat,” tambah Ari.
Hal senada dikatakan Chairman MotoGP Mandalika 2025 Troy Reza Warokka. Dia menegaskan, ajang ini bukan hanya balapan tetapi animo terbangun masyarakat yang melibatkan para pembalap.
Mulai dari hadirnya parade pembalap, pembalap ke sekolah, anak-anak sekolah melihat lebih dekat paddock, acara Betabeq, pesta budaya yang sebelumnya belum ada.
“Ini semua baru kita gelar tahun ini, dan berdampak pada keingintahuan orang untuk datang ke Sirkuit Mandalika,” kata Direktur Operasi ITDC ini.
Terpisah, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menuturkan, tentang perputaran ekonomi berdasarkan perhitungan ITDC mencapai Rp 4,8 triliun dengan jumlah penonton 141 ribu orang. Gubernur mengaku sudah berkeliling dan melihat langsung dampak MotoGP tersebut.
“Dampaknya besar sekali bagi masyarakat, bahkan rumah pun disewakan masyarakat untuk tamu-tamu dan penonton dari luar,” kata gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal itu.
Orang nomor satu di NTB ini mengaku, diharapkan gelaran MotoGP berikutnya lebih penuh kejutan dan semarak, keterlibatan budaya lokal semakin banyak.
“Evaluasi itu wajib ya, mau berhasil apa pun kegiatan, nanti kita evaluasi lagi,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam