LombokPost - Maskapai Wings Air resmi membuka rute penerbangan dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (LOP), Lombok, menuju Bandara Lede Kalumbang (TMC), Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan sebaliknya.
Rute baru ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kedua daerah. Rute penerbangan Lombok–Tambolaka (LOP–TMC) dilayani menggunakan pesawat ATR 72-500/600 yang memiliki kapasitas 72 penumpang.
Penerbangan dengan kode IW1836 berangkat dari Lombok setiap hari pukul 09.30 WITA dan tiba di Tambolaka pukul 10.40 WITA. Penerbangan sebaliknya dari Tambolaka ke Lombok dengan kode IW1837 lepas landas pukul 11.00 WITA dan dijadwalkan mendarat di Lombok pada pukul 12.10 WITA.
Pada penerbangan perdana yang berlangsung Jumat (10/10), tercatat total 79 penumpang, dengan 42 penumpang dari Lombok ke Tambolaka dan 37 penumpang dari Tambolaka menuju Lombok.
Direktur Produksi Wings Air Capt. Fitzgerald Julian Rachman menegaskan pembukaan rute penerbangan baru ini bukan sekadar penambahan layanan, melainkan sebuah jembatan konektivitas yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.
Transportasi udara menjadi kebutuhan vital, terutama bagi daerah kepulauan di Nusa Tenggara. “Dengan adanya penerbangan baru ini, kami berharap dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat, mendukung pengembangan pariwisata, dan menggerakkan roda perekonomian daerah,” jelasnya.
Rute penerbangan Lombok–Tambolaka merupakan wujud komitmen Wings Air untuk mendukung konektivitas, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan peningkatan layanan transportasi udara.
Kepala Bandara Lede Kalumbang Agus Prihatmono, menyambut positif pembukaan rute ini sebagai momentum penting dalam konektivitas transportasi udara, khususnya di wilayah Bali Nusra.
Menurut Agus, keberadaan rute baru ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi masyarakat, meningkatkan mobilitas antarwilayah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta pariwisata daerah.
“Harapan kami ke depan adalah menambah rute-rute penerbangan selanjutnya,” kata dia.
Pihaknya selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan dengan standar keamanan, keselamatan, dan kenyamanan yang tinggi. Komitmen ini sejalan dengan moto Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yaitu 3S+1C, yakni Security, Safety, Service, dan Compliance terhadap regulasi yang berlaku,” jelas Agus.
Pembukaan rute ini juga mencerminkan optimisme bahwa layanan transportasi udara menuju destinasi baru akan memberikan kontribusi nyata terhadap pergerakan ekonomi di kedua provinsi.
Rute baru ini memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan wisatawan dengan memperpendek jarak antarwilayah dan mempercepat waktu tempuh. “Ini juga menarik pelaku bisnis dan wisatawan untuk berkunjung ke kedua daerah,” tandasnya.
Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonu Wulla menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada maskapai Wings Air dan semua pihak yang telah mendukung terwujudnya konektivitas udara antara Lombok dan Tambolaka.
“Momentum hari ini bukan hanya pembukaan rute penerbangan baru, tetapi merupakan babak baru,” ujarnya.
Maksudnya, konektivitas Sumba Barat Daya dengan jejaring pariwisata, ekonomi, dan sosial di Lombok semakin terjalin, yang merupakan salah satu pintu gerbang pariwisata utama di Indonesia.
Kehadiran rute penerbangan baru ini akan membawa dampak besar bagi Sumba Barat Daya, terutama dalam hal mobilitas masyarakat yang menjadi lebih cepat dan efisien, kemudahan akses wisatawan, serta perkembangan perdagangan, investasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang semakin tumbuh.
Dulu, biaya perjalanan ke Lombok cukup tinggi, tetapi dengan adanya penerbangan baru ini, kemudahan akses menjadi nyata dan tentu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sektor pariwisata di Sumba Barat Daya.
“Sumba Barat Daya pun makin dikenal sebagai destinasi budaya dan pariwisata berkelas dunia,” tandasnya.
Pj Sekda NTB Lalu Mohammad Faozal menilai peningkatan konektivitas ini sangat penting untuk mendukung visi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang menjadikan Lombok sebagai hub transportasi untuk wilayah Indonesia Timur.
“Pembukaan dua rute baru, yakni ke Waingapu dan Tambolaka, membuktikan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat jaringan transportasi udara,” jelasnya.
Hal ini penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mempererat hubungan sosial dan ekonomi antar wilayah. Begitu juga dengan hubungan sosial budaya antar daerah semakin erat.
Editor : Siti Aeny Maryam